Published On: Jum, Okt 11th, 2013

Marmer Tinggalan Belanda Masih Terjaga

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Sebuah benda prasasti dimiliki Soleh (37), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Batu marmer berwarna putih berukuran 60 Cm dengan panjang 120 Cm, ketebalan 20 Cm ditulis dengan pahatan dan berbahasa belanda.

marmer prasasti belanda tuban

PRASASTI : Marmer warisan orang tua diyakini bukti sejarah belanda di Tuban

Saat dikunjungi dirumahnya, Rabu (09/10/2013), Sholeh mengaku bahwa batu marmer tersebut merupakan warisan turun-temurun. Dia mendapatkan barang sejarah ini dari ayah dan ibunya, Sunjani dan Supiyatin. Yang sebelumnya sudah diturunkan sejak moyangnya. Saat itu, ada 4 marmer yang bentuknya berbeda. 2 berbentuk bulat, 1 berbentuk oval dan 1 berbentuk persegi panjang yang kini dimilikinya.

Ke 4 batu tersebut, hanya miliknya yang bertuliskan bahasa belanda. Sedangkan yang lainnya hanya ada pahatan simbol-simbol. Untuk 3 batu lainnya, diberikan kepada saudara-saudaranya yang sebagian, sudah meninggal. Kini keberadaannyapun sudah tidak lagi diketahui. “Yang 3 itu diberikan saudara saya. Namun kurang tahu sekarang kemana, saya anak ragil (terakhir) dari 6 bersaudara,” katanya.

Bapak 1 anak itu juga menceritakan bahwa batu prasasti miliknya pernah dilihat oleh seseorang yang mengaku ahli benda purbakala. Bahkan juga pernah ditawar akan dibeli dengan harga yang tidak sepadan dengan sebuah marmer pada umumnya yang seukuran. “Pernah ditawar mahal mas, kalau besarnya ya gak usah diomongkan. Pernah di tes dengan sinar dan sorot, katanya kalau tidak pecah, itu asli. Diperiksa asli atau tidak, katanya asli,” tuturnya.

Inilah marmer yang bertuliskan bahasa belanda

Inilah marmer yang bertuliskan bahasa belanda

Sampai saat ini, dirinya belum pernah mencari tahu kebenaran prasasti tersebut. Selama ini dia hanya mendapatkan cerita dari keluarganya. Namun jika pemerintah mau memeriksa keaslian prasastinya, dia tidak keberatan. “Kalau memang ini prasasti bersejarah silahkan diperiksa. Yang jelas kami meyakini ini benda warisan dari nenek moyang begitu saja, ” katanya.

Dalam lempengan marmer tersebut tertulis nama Abraham Pieter. Zoon van C Vreede. Dan 7 November TH 1838 dan 14 Mei 1840. “Tulisanya adanya itu, ya saya tidak buat-buat. Selama ini hanya dipajang saja,” ungkapnya. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos