Published On: Kam, Jul 23rd, 2015

Malam Ini Tim Penyelamat Ngerong Susuri Lorong Goa

RENGEL

LUAR DALAM: Tim melakukan diskusi dan doa bersama sebelum menyisir lorong Goa Kelelawar, Kamis (23/07/2015) sekitar pukul 19.00 wib.

LUAR DALAM: Tim melakukan diskusi dan doa bersama sebelum menyisir lorong Goa Kelelawar, Kamis (23/07/2015) sekitar pukul 19.00 wib.

seputartuban.com-Tim penyelamat situs Goa Ngerong di Desa Rengel bentukan Pemkab Tuban mulai bekerja dengan melakukan penelusuran ke dalam lorong goa, Kamis (23/07/2015) malam.

Tim yang terdiri dari BPBD, Bappeda, Inspektorat serta Dinas Pertambangan dan Energi Pemkab Tuban ini langsung masuk lorong goa dengan menggunakan perahu karet begitu tiba sekitar pukul 19.00 wib.

Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, menjelaskan tim akan berada di lorong goa yang menjadi rumah puluhan ribu kelelawar tersebut hingga pukul 02.00 wib dini hari.

“Tim akan melakukan pemetaan untuk memastikan titik koordinat penyebab longsornya dinding goa,” terang Joko yang dihubungi melalui ponselnya.

Selain itu, menurut dia, tim juga akan melakukan pemetaan tata letak lorong goa untuk segera menyusun strategi mengeluarkan bongkahan batu raksasa yang runtuh dari atapnya.

Mengingat bongkahan batu tersebut ukurannya sangat besar, secara tehnis tidak bisa dikeluarkan secara manual. Sementara jika dipaksa menggunakan alat mekanik dampaknya cukup berbahaya.

Bongkahan batu raksasa ini sangat mengganggu karena menyumbat aliran air menuju Sungai Ngerong. Sedangkan sungai itu sendiri juga menjadi urat nadi irigasi lahan pertanian di kawasan selatan Kecamatan Rengel.

Ketika ditanya mengapa tim harus bekerja malam hari, Joko mengungkapkan untuk menghindari benturan dengan kelelawar.

“Siang hari hari sangat tidak mungkin berhadapan dengan kelelawar yang jumlahnya puluhan ribu. Kalau malam secara alami para kelelawar akan meninggalkan goa dan baru kembali jelang subuh,” tandas Joko.

SIAP: Tim Pemkab Tuban dan Muspika Rengel bersiap memasuki lorong Goa Ngerong.

SIAP: Tim Pemkab Tuban dan Muspika Rengel bersiap memasuki lorong Goa Ngerong.

Sementara Kaur Kesra Desa Rengel, M Aufal Marom Djauhari, yang berada di lokasi mengatakan atap Goa Ngerong mengalami longsor susulan, Minggu (19/07/2015) siang. Hanya saja tidak sedahsyat longsor pertama yang terjadi sebelumnya, Minggu (05/07/2015) juga siang hari.

Namun begitu, juara tiga lomba foto humanis Polres Tuban tahun 2015 ini, mengimbuhkan sekarang di seputaran area longsor pertama terdapat retakan berdiameter panjang. Kondisi ini dikuatirkan akan memicu terjadinya longsor susulan berikutnya.

“Titik itu juga akan menjadi konsentrasi tim penyelamat Ngerong bentukan pemkab,” katanya.

Disebutkan, selain tim bentukan Pemkab Tuban ada juga Pj Kepala Desa Rengel Rudy Hermawan, Danramil Kapten Subianto serta Babinkamtibmas Desa Rengel Ngaspan, berada di lokasi dan turut masuk ke dalam mulut goa.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Tuban menyiapkan skenario untuk menyelamatkan situs Goa Ngerong di Desa Rengel pasca langit-langitnya longsor awal bulan ini.

Langkah pertama sebagai upaya tidak terjadi longsor susulan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein memerintahkan tiga SKPD, melakukan pendalaman penyebab insiden runtuhnya atap goa yang di dalamnya dihuni puluhan ribu kelelawar itu.

“Kita akan laklukan penelitian secara ilmiah untuk mengetahui letak pasti lorong Goa Ngerong yang di bawahnya ada sungai tersebut. Nantinya di atas titik itu akan disterilkan. Baik dari penambangan maupun perumahan warga sehingga tidak terjadi longsor lagi,” ujar dia usai menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintahan Desa Rengel, Muspika setampat juga komunitas aktivis peduli lingkungan di Gedung PKK Kecamatan, Senin (13/07/2015) sore.

Menurutnya, jika sudah diketahui letak koordinat secara pasti dari lorong goa itu maka di atasnya akan dilakukan penertiban daerah dan dibangun kawasan lindung agar tidak menyebabkan longsor.

“Bila perlu, rumah yang ada di sekitar goa atau diatas lorong goa dilakukan relokasi,” tandas Noor Nahar. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author