Published On: Jum, Jan 15th, 2016

Mahasiswa UT Bergolak Pertanyakan Keuangan Perkuliahan

TUBAN

BERGOLAK : Mahasiswa UT Tuban saat berunjuk rasa di kampusnya, Kamis (14/1/2016) sore

BERGOLAK : Mahasiswa UT Tuban saat berunjuk rasa di kampusnya, Kamis (14/1/2016) sore

seputartuban.com – Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Kampus Tuban, di Jalan Manunggal, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 15.00 WIB berunjuk rasa. Mereka mempertanyakan transparansi keuangan yang dipungut dari mahasiswa.

Aksi mahasiswa itu mendapat sambutan dari Ketua Yayasan, M. Anshori. Namun saat ditemui, mahasiswa justru menyingkir dan meninggalkanya. Mahasiswa yang masih merasa tidak puas, melampiaskan emosinya dengan melakukan penyegelan kampus secara simbolis. Dengan memasang kertas bertuliskan “DI SEGEL” di salah satu pintu.

Menurut Perwakilan Mahasiswa, Sulaiman mengatakan bahwa aksi mahasiswa tersebut sebagai bentuk protes terhadap pengelolaan keuangan. Dinilai peraturan yang diterapkan tidak sesuai dengan statuta UT Pusat. Serta tidak sesuai dengan tawaran saat promosi pendaftaran mahasiswa baru POKJA UT Tuban.

Misalnya seperti yang tercantum dalam brosur bahwa biaya pendidikan terjangkau, bebas uang gedung dan sumbangan DPP dan bebas biaya akhir semester. Hal itu ternyata dinilai mahasiswa sebuah kebohongan. Karena pasalnya mahasiswa masih dikenai biaya tersebut serta masih ditarik uang asuransi.

“Ini merupakan pembodohan terhadap rakyat Tuban. Padahal berdirinya UT di Tuban tidak lepas campur tangan dari pemerintah dan juga pihak-pihak yang peduli pendidikan di Tuban. Tetapi kenyataannya hanya dimanfaatkan oleh beberapa orang saja,” ujar Sulaiman.

Mahasiswa baru harus membayar biaya sebesar Rp. 2.805.000 yang terdiri dari biaya pendaftaran, OSMB, SPP selama 1 semester, DPP, jas almamater, registrasi, dan kemahasiswaan. Sedangkan untuk semester 2 biayanya hanya dikurangi biaya pendaftaran dan pembelian jas almamater. Sehingga mahasiswa harus membayar biaya sebesar Rp. 2.155.000.

“Alasan pengelola DPP itu untuk biaya gedung. Tetapi gedung yang ada tidak mengalami perubahan sama sekali dan fasilitas untuk mahasiswa tidak ada,” sambungnya.

Mahasiswa mengancam jika tidak mendapat tanggapan serius, akan melaporkan kasus ini ke DPRD Tuban dan Pemkab Tuban. “Kita juga akan mengadukan masalah ini ke Kanwil dan juga Pusat. Agar mereka tahu bagaimana pengelolaan yang dilakukan oleh POKJA UT Tuban yang jelas sudah melanggar statuta UT Pusat,” tegas Sulaiman.

Sementara itu, Ketua Yayasan Muslih Ihsan, M. Anshori selaku pengelola POKJA UT Tuban mengatakan bahwa pihaknya akan menampung aspirasi dari mahasiswa dan akan di sampaikan kepada Kepala POKJA. Juga ditegaskan yang dilakukan oleh pengelola sudah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh UT Pusat. “Karena UT ini merupakan salah satu kampus negeri pertama di Tuban, sehingga mahasiswa belum memahami sistem yang ada,” kata Anshori.

Menurutnya, sesuai dengan aturan dari pusat, biaya tiap semester sebesar Rp. 2.400.000 untuk tiap semesternya hingga semester 2. Mahasiswa akan mendapatkan beasiswa disemester berikutnya bila nilai indeks prestasi (IP) mencapai 3,00.

Selain itu, Anshori menjelaskan bahwa dosen sudah S2 semua. Mereka sifatnya hanya sebagai tutor. Sebab semua mahasiswa sudah diberikan modul sebagai bahan untuk belajar. Sehingga sistem perkulihannya tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya Sabtu dan Minggu saja. “Nanti akan kita sampaikan ke pimpinan, saya tidak bisa mengambil keputusan,” sambungnya.

Diketahui, kampus Universitas Terbuka (UT) Tuban dikelola oleh Yayasan Muslih Ihsan dan bekerjasama dengan Pusat Pembelajaran dan Informasi Daerah (PPID). Sehingga terbentuknya UT tidak lepas dari peran serta pemerintah daerah Tuban. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author