Published On: Sen, Jul 13th, 2015

Mahasiswa Unirow Tuban Protes Standar Dosen

TUBAN

DIBEKUKAN: Massa mahsiswa Unirow saat berdialog dengan Ketua PPLP- PT PGRI Tuban, Totok Supijanto, di kampus Jalan Manunggal, Senin ((13/07/2015) pagi).

DIBEKUKAN: Massa mahsiswa Unirow saat berdialog dengan Ketua PPLP- PT PGRI Tuban, Totok Supijanto, di kampus Jalan Manunggal, Senin ((13/07/2015) pagi).

seputartuban.com–Ratusan mahasiswa gabungan 15 prodi Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menduduki kampus di Jalan Manunggal, Senin (13/07/2015) pagi.

Para mahaiswa meminta pihak yayasan segera bertindak untuk memulihkan geliat perkuliahan di kampus yang dulu bernama IKIP PGRI Tuban tersebut, pasca statusnya dibekukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Ketua BEM Unirow, Ahmad Juremi, menuntut kepada rektorat memenuhi kewajibannya kepada mahasiswa dengan sistem perkuliahan dan ijazah yang benar sesuai standar perundang-undangan.

“Dari seluruh sistem administrasi, menurut kami banyak hal yang tidak sesuai dengan kode etik perguruan tinggi sebagaimana mestinya, sehingga menyebabkan kampus kami dibekukan dan berstatus non aktif,” kata Ahmad selaku juru bicara mahasiswa di depan pengurus yayasan.

Dia lantas membeber berbagai sistem administrasi yang belum dapat dipenuhi sebagai syarat syah perguruan tinggi. Di antaranya banyaknya dosen pengajar yang masih menempuh program S2.

“Parahnya lagi rata-rata dosen tersebut ternyata hanya guru SD, SMP dan SMA,” katanya seraya menuntut pihak yayasan mencopot Hadi Tugur dari jabatannya sebagai Rektor Unirow.

Menanggapi emosi mahasiswa Ketua PPLP- PT PGRI Tuban, Totok Supijanto, hanya mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan kopertis, stake holder dan pihak-pihak terkait.

PPLP-PT PGRI adalah perkumpulan pembina lembaga pendidikan perguruan tinggi PGRI Tuban selaku yayasan pengelola Unirow.

“Kami meminta waktu untuk membahasnya dengan pihak rektorat dan para dosen untuk membahas serta menata ulang sebagai tindak lanjut atas tuntutan ini. Sebelum lebaran hasilnya akan kita sampaikan ke mahasiswa,” tutur dia.

Sementara soal desakan mencopot Hadi Tugur sebagai rektor, Totok menegaskan tidak akan menyeselsaikan masalah. Sebab, umur jabatan Tugur sebagai rektor tinggal dua bulan.

“Beri kesempatan kepada Pak Tugur untuk menuntaskan karut marut dalam siswa waktu jabatannya sebagai rektor,” jelas Totok yang kemudian direspon massa mahasiswa dengan membubarkan aksi. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author