Published On: Sen, Jun 6th, 2016

Lokasi Baru, Hilal Tetap Tidak Terlihat

TUBAN

seputartuban.com – Dalam Rukyatul Hilal atau pengamatan Hilal untuk penentuan 1 Ramadan 1437 H, Minggu (5/5/2016)  yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Pengadilan Agama Kabupaten Tuban, di kawasan Kecamatan Senori hasilnya tidak melihat halil.

Prosesi Rukyatul Hilal

Prosesi Rukyatul Hilal

Tim Rukyatul Hilal Kabupaten Tuban, Achmad Badrus Sholeh mengatakan acara di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori itu harapanya dapat melihat hilal. Tempat yang baru dipakai rukyatul hilal itu sebenarnya sudah dataran tinggi dan tidak terhalang untuk melihat hilal. “Hasil Rukyatul Hilal di wilayah ini yang harapannya Hilal bisa terlihat, namun kami memutuskan dalam Rukyat Hilal tahun ini dinyatakan tidak bisa melihat Hilal,” katanya.

Saat proses rukyatul hilal terdapat salah satu peserta ada yang hampir melihat Hilal. “Tadi hampir ada yang menyaksikan, namun setelah dimintai penjelasan ternyata tidak sesuai kaidah, oleh karena itu yang bersangkutan menyediakan diri untuk tidak masuk kategori melihat.

“Tadi peserta sudah kita arahkan, bahkan pengarahnya sendiri tidak bisa melihat karena Sahab (awan Mega yang kena pantulan sinar matahari). Padahal lampu di dekat area juga sempat dimatikan, namun masih tidak bisa melihat,” jelasnya.

Hasil Rukyatul Hilal kemudian dilaporkan ke Kementrian Agama Jawa Timur untuk diteruskan ke Kementrian Agama. Sebagai salah satu dasar sidang isbat penentuan 1 Ramadhan. “Penentuan awal Ramadan diserahkan kepada pemerintah pusat yakni dalam hal ini Kemenag RI. Menunggu hasil sidang diseluruh wilayah Indonesia pada titik titik observasi atau pemantauan hilal,” masih kata Badrus.

Dalam pengamatan Hilal yang bekerjasama dengan Kerjasama Operasi (KSO) Pertamina EP – Geo Cepu Indonesia tersebut dipusatkan di bukit Desa Banyuurip, Kecamatan Senori karena lokasinya tinggi sehingga tidak terhalang dalam melakukan pengamatan.

“Lokasinya lebih luas dan tempatnya agak tinggi sehingga tidak terhalang dalam memantau Hilal. Sedangkan di tempat sebelumnya (pelabuhan PT Semen Indonesia), sering terhalang lalu lalang kapal yang bongkar batu bara,” pungkasnya.

Diketahui, Minggu (5/6/2016) malam, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin menyampaikan hasil sidang isbat pada sejumlah wartawan. Ditetapkan 1 Ramadhan atau puasa dimulai Senin (6/6/2016). Dari 93 lokasi rukyatul hilal se Indonesia, 6 diantaranya dapat melihat hilal salah satu diantaranya di Kabupaten Bojonegoro. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author