Published On: Kam, Mei 28th, 2015

Lari Dari Rumah Malah Diperawani Tukang Batu

JATIROGO

MANFAATKAN SITUASI : Tersangka menunjukkan barang bukti kaos yang dipakai korban saat disetubuhi

MANFAATKAN SITUASI : Tersangka menunjukkan barang bukti kaos yang dipakai korban saat disetubuhi

seputartuban.com – Bunga (15) bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban menjadi sasaran empuk pelampiasan nafsu Supangat alias Ipank (30), warga Desa Wangi, Kecamatan Jatirogo. Ditengah pelarianya, korban digagahi tersangka di kawasan Kecamatan Babat, Kab. Lamongan.

Peristiwa bemula saat korban kabur dari rumah karena usai dimarahi ibunya. Siswi SMP ini lalu menghubungi tersangka yang belum lama dikenalnya melalui pesan singkat nyasar. Korban dijemput tidak jauh dari rumahnya, Kamis (21/05/2015) pukul 24.00 WIB.

Saat korban dibonceng pelaku, dia menceritakan keluhan kejadian di rumahnya. Bunga lalu diajak kerumah saudara tersangka di Desa Sekaran, Kecamatan Jatirogo. Ditempat ini, tersangka dinasehati saudaranya agar bunga diantarkan pulang. Namun ditolak korban dengan mengancam bunuh diri jika keberadaanya diinformasikan kepada orang tuanya.

Kondisi ini membuat tersangka bingung, kemudian Jumat (22/05/2015) pukul 02.00 WIB korban diajak kerumah saudara tersangka di Desa Roworejo, Kecamatan Babat, Kab. Lamongan sampai pukul 09.00 WIB.

Karena pemilik rumah masih bekerja diluar, rumah keadaan sepi. Kesempatan ini tidak tidak disia-siakan begitu saja. Tersangka yang sudah beristri dan memiliki 1 anak itu mengajak korban bersetubuh dengan janji jika hamil akan dinikahi. “Korban terpengaruh bujuk rayu tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Rabu (27/05/2015).

Korban yang masih kelas 2 SMP ini bermalam dengan tersangka. Dia bolos sekolah sejak Kamis hingga Sabtu (23/05/2015). Kemudian pada pukul 18.00 WIB, korban mengajak pulang karena mendapat pesan singkat dari orang tuanya bahwa neneknya sedang sakit.

Tersangka mengantarkan korban hingga depan rumahnya pada pukul 23:00 WIB dan langsung pulang tanpa menemui orang tua korban. Minggu (24/05/2015) pagi korban menceritakan semua yang dialaminya selama pelarian. Termasuk sudah pernah digagahi tersangka. Informasi ini membuat kedua orang tua korban tidak terima dan melaporkanya ke Polisi.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, tersangka mengakui perbuatanya. Dengan barang bukti milik korban berupa kaos warna merah muda, celana dalam warna putih dan celana pendek warna merah muda.

Tersangka dijerat pasal 81 JO pasal 76D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.

Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Jatiogo, Rabu (25/02/2015). Korban yang masih berusia 15 tahun digilir 2 remaja berusia 19 tahun disebuah tempat penucian mobil. ARIF AHMAD AKBAR.

Facebook Comments

About the Author