Published On: Jum, Feb 10th, 2017

Larangan Siswa SMP Pakai Motor Masih Setengah Hati

seputartuban.com, TUBAN – Larangan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggunakan sepeda motor ke sekolah di Kabupaten Tuban, ternyata belum berlaku sepenuhnya. Terdapat sejumlah kendala lapangan yang tidak dapat dihindari, sehingga para siswa tetap mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Kepala Sekolah SMPN I Singgahan, Mukmanan

Meski Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban telah memberikan Surat Edaran larangan nomor 420/135/414.101/2107 pada Rabu (11/1/2017) ke sekolah, nyatanya masih  dijumpai banyak siswa yang menggunakan sepeda motor. Selain masih dibawah umur yang masih memiliki jiwa labil, juga jelas tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pantauan seputartuban.com dilapangan, salah satunya masih dijumpai siswa yang menggunakan sepeda motor menuju sekolah. Diantaranya di SMPN I Singgahan, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMPN I Singgahan, Mukmanan tidak memungkiri jika siswanya masih banyak yang menggunakan sepeda motor menuju sekolah. Meski pihaknya sudah melakukan sosialisasi surat yang diterimanya tersebut pada siswa dan wali murid.

“Sosialisasi sudah dilaksanakan dengan melibatkan masing-masing wali murid. Namun, beberapa beberapa siswa masih mengabaikan dengan alasan jarak terlalu jauh. Serta kedua orangtuanya yang terlalu sibuk. sehingga tidak dapat mengantarkan anaknya kesekolah” terangnya, kemarin.

Bahkan pihak Polsek Singgahan juga sudah melakukan sosialisasi kepada siswa saat upacara bendera. Anggota Polsek Singgahan yang menjadi inspektur upacara menyampaikan larangan tersebut. Nampaknya, hal itu belum mampu mengurungkan siswa untuk membawa kendaraan bermotor kesekolah.

Untuk mengelabui pantauan guru, para siswa memarkirkan motornya di warung disekitar sekolah, maupun dirumah temanya yang berjarak dekat dengan sekolah. Pihak pendidik beralasan jika siswa tidak diizinkan membawa motor, siswa akan mogok sekolah.

“Rata-rata yang membawa motor itu rumahnya jauh. Sebagian besar siswa itu dari Desa Tawun Kecamatan Bangilan, Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, dan Desa Rayung Kecamatan Senori. Akses menuju rumahnya tidak dilalui kendaraan angkutan umum,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Sutrisno akan menegur pihak tempat pendidikan terkait karena dinilai dengan sengaja mengizinkan siswanya mengendarai sepeda motor menuju sekolah. “Sanksinya ya pihak sekolah akan ditegur karena membiarkan anak didiknya melanggar aturan berlalu lintas,” tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan tindakan tersebut pihak sekolah sama halnya melakukan pembiaran terhadap siswa-siswa yang belum memiliki SIM C bebas mengendarai sepeda motor.  “Sadar akan hukum dan taat pada peraturan yang berlaku, ini sebagai wujud partisipasi dalam usaha pemerintah dalam membangun masyarakat, bangsa, dan negara yang tertib dengan meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas,” pungkasnya.

Diketahui, siswa SMP yang mengendarai Sepeda motor ke sekolah melanggar pasal 77 UU No.22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal tersebut isinya setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Serta dalam pasal 81, menyebutkan setiap orang harus memenuhi persyaratan untuk memiliki SIM. Syarat usia pemohon SIM paling rendah adalah usia 17 tahun. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author