Published On: Jum, Sep 2nd, 2016

Larangan Rokok Dibuat, Namun Diberlakukan 2018

TUBAN

seputartuban.com – Kabupaten Tuban dipastikan menerapkan aturan kawasan tanpa dan atau terbatas rokok. Bahkan rencananya, tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban mulai lakukan sosialisasi terkait aturan tersebut.

ilustrasi procal

ilustrasi procal

Kabag Humas dan Media Setda Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, menyampaikan bahwa Perda No 1 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Terbatas Rokok (KTbR) sudah diundangkan. Yang sebelumnya, Raperda-nya telah disetujui oleh Pemkab dan Legislatif per Februari 2016. Dan telah direvisi  Gubernur Jatim yang turun per Mei 2016.

Pada Pasal 115 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan mewajibkan Pemerintah Daerah menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di wilayahnya melalui Peraturan Daerah.

Kepala Dinkes Kabupaten Tuban, Saiful Hadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan lakukan sosialisasi terkait aturan tersebut mulai bulan September hingga Desember tahun ini. Sosialisasinya akan dimulai dari wilayah yang termasuk kawasan KTR dan KTbR.

Ada beberapa tempat yang menjadi fokus aturan tersebut. Yakni, Di tempat lembaga pendidikan hingga pondok pesantren, tempat fasilitas pelayanan kesehatan yakni rumah sakit, Puskesmas hingga laboratorium kesehatan. Termasuk juga tempat kerja dari perkantoran pemerintah hingga bengkel, tempat bermain anak, tempat ibadah, dan angkutan umum. Serta tempat umum lainnya seperti pasar, tempat wisata, tempat hiburan, restoran dan hotel, rest area, terminal angkutan umum dan angkutan barang, halte dan pelabuhan kapal.

Saiful mengungkapkan, bahwa sosialisasi terkait aturan itu memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Bahkan pihaknya tidak berani memastikan, di tahun 2017 kabupaten Tuban sudah mampu sepenuhnya untuk masyarakatnya bisa mengikuti aturan tersebut.

Selain itu, proses fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang memerlukan pembenahan yang cukup banyak. Sehingga untuk menerapkan aturan tersebut butuh waktu yang lama. “Paling tidak pada tahun 2018 baru bisa kita terapkan,” lanjutnya.

Dia mengharapkan seluruh masyarakat ikut berperan aktif terhadap Perda KTR dan KTbR, Khususnya kesadaran masyarakat perokok dalam mematuhi Perda itu. “Perokok aktif di Kabupaten Tuban tidak sedikit. Hampir mendekati 90 persen dari laki laki dewasa di Tuban adalah perokok aktif. Jadi sangat dibutuhkan kesadaran mereka,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author