Published On: Rab, Jul 16th, 2014

Langka Pupuk Petani Tuban Dibayangi Puso

TUBAN

TAK BERSAHABAT: Sejumlah petani di Kabupaten Tuban mulai melakukan panen. Hanya saja hasilnya tak sesuai harapan.

TAK BERSAHABAT: Sejumlah petani di Kabupaten Tuban mulai melakukan panen. Hanya saja hasilnya tak sesuai harapan.

seputartuban.com-Para petani di Kecamatan Plumpang, Widang, Jenu dan Kecamatan  Tuban, terancam puso (gagal panen) menyusul jadwal panen yang dipastikan tak sesuai rencana alias molor.

Molornya jadwal panen ini akibat minimnya jatah pupuk yang diperoleh para petani di wilayah tersebut.  Jika dalam kondisi normal pupuk tanaman padi sudah bisa dipanen dalam waktu 90 hari.Namun, imbas kurangnya pasokan pupuk bisa membuat masa panen bisa molor hingga 100 hari lebih.

Kurangnya jatah pupuk seperti Urea dan Phonska yang berfungsi menghijaukan daun dan batang, membuat tanaman padi tumbuh lebih lambat. Terutama saat proses pembuahan atau di internal petani sering disebut “mbrobot”.

Seorang petani asal Desa Penidon Kecamatan Plumpang, Sutarminto, mengaku selama masa tanam padi kesulitan memeproleh pupuk. Kondisi ini memaksa dia menggunakan pupuk buatan sendiri dari abu sisa pembakaran sekam.

Petani 45 tahun ini, memperkirakan tanaman padinya baru bisa dipanen setelah usia 101 hari. Ditambah dengan curah hujan yang tidak tentu, menyebabkan batang padi membusuk karena terendam air.

“Ini buktinya batang padi menghitam. Sebenarnya sudah tua padinya tapi belum berisi. Jadi menunggu sampai berisi dan keras,“ ujar Sutarminto seraya menunjukkan tanaman padinya di sawah miliknya, Rabu (16/07/2014) sore.

Nestapa lainnya juga menimpa Kaspuan, petani asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Lahan padi miliknya terendam air akibat banjir beberapa waktu lalu. Kurang maksimalnya irigasi diduga menjadi penyebabnya. Selain itu, padi yang terlalu banyak air dan kurang pupuk membuat sekam kurang berisi alias kopong. Akibatnya, masa panen padi miliknya harus molor .

“Buah padi belum tua dan belum padat tapi batangnya sudah busuk,” katanya getir.

Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Pemkab Tuban, Suparno, mengatakan hasil panen padi di pertengahan tahun ini banyak kendala. Kurangnya pupuk merupakan faktor yang banyak dikeluhkan petani. Selain juga adanya hama dan banjir yang melanda di sebagian  kawasan lahan pertanian.

Faktor alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Namun begitu, pihaknya akan tetap melakukan yang terbaik untuk swasembada pangan di Kabupaten Tuban. Sampai saat ini Dinas Pertanian masih belum bisa memprediksi besarnya kenaikan atau penurunan hasil panen.

“Yang jelas kendalanya memang banyak. Mulai dari faktor alam dan suplai pupuk. Kalau untuk kwartal pertengahan tahun total panen padi sekitar 263. 441 ton. Itu belum keseleruhan, karena beberapa wilayah ada yang belum panen,” jelas Suparno.  HANAFI

Facebook Comments

About the Author