Published On: Sel, Des 13th, 2016

Langganan Mati Lampu Warga Resah

MONTONG

seputartuban.com – Layanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dikeluhkan, karena belakangan ini sering mengalami pemadaman. Akibatnya selain meresahkan warga juga merugikan.

Kondisi pemutusan aliran listrik berulang kali dialami warga Kecamatan Montong bagian barat. Dengan waktu berbeda, kadang siang, sore bahkan malam hari. “Tadi siang sampai sore mati lagi, lebih dari 6 kali mati lampunya. Waktunya juga tidak sebentar. Kemarin siang mati sampai sore, sekarang mati lagi” ungkap Bambang (40), warga Desa Guwoterus, Senin (12/12/2016).

Kondisi itu sangat mengganggu aktifitas warga. Karena banyak pekerjaan atau rutinitas yang mebutuhkan listrik. “Kalau mati malam hari selain gelap juga rawan keamanan serta butuh kipas angin kalau tidur. Juga ada salon atau potong rambut, blender dan lainya tidak dapat dipakai kalau mati siang hari,” imbuhnya.

Senada diungkapkan, Agus S (52), warga Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, akibat sering pemutusan aliran listrik menyebabkan dia merugi. Karena Ice Cream yang disuplai perusahaan ternama mencair karena lemari es tidak berfungsi. “Banyak yang retur dan seperti ini juga dialami pedagang lainya. Selain itu kalau sering mati dan nyala bisa merusak alat elektronik,” ungkapnya.

Warga sangat mengeluhkan kondisi pelayanan PLN belakangan ini. Selain informasi pemadaman tidak ada, lamanya waktu pemadaman juga dikeluhkan.

Sementara itu, hasil penelusuran seputartuban.com disejumlah kawasan, listrik juga dipakai untuk aktifitas tambang illegal. Meski memakai daya besar hingga belasan ribu, PLN tetap melayaninya tanpa menggunakan terminal daya terpisah dengan jalur pemukiman.  Suplai listrik untuk tambang ilegal dengan daya 5,000 watt sampai 15,000 watt tanpa travo khusus.

Terkait hal ini, pihak PLN Tuban belum dapat dikonfirmasi karena saat hari libur nasional, sehingga karyawan juga libur dari pekerjaan kantor. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author