Published On: Jum, Jul 22nd, 2016

Langganan JOB PPEJ Diblokir Warga

SOKO

seputartuban.com – Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kamis (21/7/2016) meluapkan amarahnya dengan blokir pintu masuk Central Processing Area (CPA) Joint Operation Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ). Mereka menuntuk pembayaran dana kompensasi yang sudah berbulan-bulan belum dibayarkan.

DIBLOKIR LAGI : Warga Desa Rahayu saat melakukan aksi blokir pintu masuk JOB PPEJ

DIBLOKIR LAGI : Warga Desa Rahayu saat melakukan aksi blokir pintu masuk JOB PPEJ

Mereka marah karena dana kompensasi dampak linkungan sudah 7 bulan belum dibayarkan. Terhitung sejak Januari hingga Juli 2016. Sehingga warga mendirikan tenda untuk memblokir pintu masuk. Dengan bergantian orasi maupun membawa poster yang berisi kecaman.

Kepala Desa Rahayu, Sukisno bersama masyarakat menganggap bahwa pihak JOB PPEJ dianggap ingkar janji atas kesepakatan bersama. Kades menyesalkan sikap perusahaan yang dianggap ingkar janji. Sesuai kesepakatan, pembayaran dilakukan 2 bulan sekali. “Hingga menjadi 4 bulan sekali dan terakhir ini hingga 7 bulan belum dibayar. Kompensasi ini sudah harga mati karena sudah kesepakatan bersama, berdasar hukum jelas dan tidak boleh ditawar,” terangnya diantara kerumunan masa.

Menurutnya, kesepakatan yang telah disepaki antara perusahaan dan masyarakat  menyatakan bahwa pihak JOB.PPEJ bersedia memberikan dana kompensai bagi warga. Rincianya bagi warga yang tinggal di ring 1 mendapat dana kompensasi tiap bulan sebesar 400 ribu sampai 500 ribu, ring 2 sebesar Rp 300 ribu sampi Rp 400 Ribu, ring 3 sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, dan ring 4 sebesar Rp 50 ribu per jiwa.

Ia menambahkan, Jika perusahaan beralasan belum dapat membayarkan ganti rugi karena masih melakukan kajian terkait ringan beratnya dampak perusahaan terhadap lingkungan,  pihaknya menginginkan kesehatan masyarakat sekitar lebih diprioritaskan. Karena selama ini setiap harinya masih mengeluhkan gas berbau menyengat, kebisingan akibat aktifitas perusahaan, hingga cuaca panas berlebih akibat banyakya cerobong Flare.

KECAM LAGI : Warga memasang spanduk protes dan kecaman kepada JOB PPEJ

KECAM LAGI : Warga memasang spanduk protes dan kecaman kepada JOB PPEJ

Ditambah meledaknya pipa yang mengalirkan minyak mentah menuju wilayah Palang pada Rabu (29/6/2016) sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Kobaran api disertai kepulan asap hitam pekat itu membuat 159 Kepala Keluarga di Dusun Sarirejo dan Dusun Gandu berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Karena takut menghirup udara yang bercampur racun.

Meledaknya pipa itu disebabkan tersumbatanya sambungan pipa, sehingga minyak mentah mengalir balik melalui pipa gas buang yang hendak dibakar, beruntung kobaran api dapat segera teratasi. “Jika beralasan masih melakukan kajian, jangan hanya melakukan kajian tentang perusahaan dan dampaknya terhadap lingkungan. Namun nasib kesehatan masyarakat perlu difikirkan pula tentang kesehatanya yang setiap hari masih harus menghirup gas H2o,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Field Administrationt Superintendent (FAS) JOB PPEJ, Akbar Pradima mengatakan pihaknya mengikuti sistem yang ada. Jatah kompensasi belum bisa dicairkan karena masih dilakukan pengujian dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Karena dinilai sudah sangat menurun dibanding tahun sebelumnya. “Kita bukan menyetop, bukan kami yang menghentikan, tapi negara,” katanya.

Pembayaran itu mundur karena masih dilakukan beberapa kajian yang belum dapat ketahui hasilnya. “Hari ini sebenarnya pihak SKK Migas mau kesini untuk membahas hal itu namun tidak jadi karena ada demo,” imbuhnya.

Masa Aksi kemudian membubarkan diri denggan tertib setelah menerima kabar akan diberi jawaban dalam waktu dekat ini setelah berkoordinasi dengan pihak SKK Migas.

Diketahui aksi blokir pintu masuk JOB PPEJ beberapa kali sudah pernah dilakukan oleh masyarakat. Dengan kasus serupa, yakni soal kompensasi maupun kondisi lingkungan yang dipermasalahkan masyarakat. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author