Published On: Sel, Apr 26th, 2016

Lahan Pasca Tambang PT SI Bernilai Ekonomi Tinggi

KEREK

seputartuban.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memanfaatkan lahan pasca tambang yang saat ini menjadi embung untuk budidaya ikan dengan sistem keramba. Rencananya program ini akan didorong agar masyakat melakukan secara mandiri.

PT SI sejak 211 sampai sekarang melakukan kerjasama budidaya ikan dengan Semen Indonesia Foundation (SMI). Untuk konsep dan pengembangan serta pendampinganya. Sedangkan dalam keseharian, melibatkan masyarakat sekitar sebagai pekerjanya.

Suasana panen ikan keramba binaan PT Semen Indonesia

Suasana panen ikan keramba binaan PT Semen Indonesia

Direktur Utama (Dirut) PT Semen Indonesia, Suparni mengatakan bahwa program budidaya ikan adalah pemanfaatan lahan pasca tambang agar lebih produktif dan dapat dinikmati masyarakat. Dengan bernilai ekonomi tinggi dibanding dibiarkan menjadi embung saja. Untuk sementara ini pelaksanaannya dilaksanakan dengan SMI sebagai pengelola dan melibatkan masyarakat sekitar.

Namun kedepan diharapkan program ini dapat di kelola secara mandiri oleh masyarakat. Saat ini masih tahap awal sebagai pembelajaran terhadap masyarakat, bagaimana cara pengelolaan budidaya ikan keramba. “Kita harapkan nantinya program ini dapat dikelola oleh masyarakat sekitar dan kita siap memberikan fasilitas,” tegasnya saat acara panen raya ikan keramba, Senin (25/4/2016).

Selain sebagai tempat budidaya ikan, rencananya kedepan lahan tersebut juga akan dibuat sebagai tempat wisata air seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Gresik. Sedangkan lahan yang dipakai untuk keramba ikan itu seluas 8 hektar yang berada di sebelah utara perusahaan. Saat ini hasil penjualan ikan budidaya akan dipakai lagi untuk pengembangan budidaya dan gaji operasional. “Perusahaan mempersilahkan apabila masyarakat adan yang berkeinginan turut serta dalam budidaya ikan keramaba diembung ini,” ujar Suparni.

Embung selain dimanfaatkan untuk keramba ikan, juga sebagai cadangan air yang dapat dipakai sistem irigasi pertanian. Karena meski kemarau, kondisi embung tidak pernah kering.  “Petani disekitar embung ini juga bisa memanfaatkan airnya untuk pengairan pertanian. Sehingga petani tanpa harus menunggu air hujan dan bisa panen hingga 3 kali setiap tahunnya,” sambungnya.

Diketahui, saat ini ada sebanyak 4 keramba yang dimanfaatkan dan diperkirakan akan menghasilkan sebanyak 25 ton ikan nila. Bibit ikan tersebut ditaburkan sejak September 2015 lalu sebanyak 50 ribu ekor. Sedangkan untuk program ini PT SI mengeluarkan anggaran sebesar Rp. 224 juta.

Mulai biaya pembuatan keramba sebanyak Rp. 200 juta dan Rp.  24 juta untuk pembibitan di 4 keramba tersebut. Selain budidaya ikan, dilokasi tersebut juga akan dikembangkan peternakan yang akan dikelola bersama masyarakat. PT SI memiliki 73 lahan pasca tambang sudah terdapat beberapa embung. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author