Published On: Rab, Sep 3rd, 2014

Lagi, Proyek Pembangunan Jalan Bikin Stress Warga

MERAKURAK

SERAMPANGAN: Gara-gara kecantol mesin eksavator saluran pipa PDAM di Jalan Raya Desa Sambonggede, Merakurak, Rabu (03/09/2014) pagi, jebol.

SERAMPANGAN: Gara-gara kecantol mesin eksavator saluran pipa PDAM di Jalan Raya Desa Sambonggede, Merakurak, Rabu (03/09/2014) pagi, jebol.

seputartuban.com-Pembangunan sebagai aplikasi perubahan dan menjaga amanat hati nurani rakyat, tak dipungkiri adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa hindari dengan segala risikonya.

Namun demikian, tidak lantas proses pelaksanaan pembangunan itu sendiri kemudian mengabaikan kepentingan umum. Artinya, ketika proses pembangunan itu berlangsung mestinya tidak dilakukan dengan asal-asalan sehingga ruang keamanan masyarakat terganggu.

Berkait kelindan dengan aspek tersebut, proyek pembangunan sanitasi dan pelebaran jalan sepanjang 1 kilometer di Jala Raya Desa Samonggede, Kecamatan Merakurak, yang kini tengah berlangsung menjadi sorotan publik.

Sebab, ada indikasi PT Daya Pribumi yang mengerjakan proyek senilai Rp 2,5 miliar itu mengabaikan aspek ruang aman bagi masyarakat yang akan melintasi kawasan tersebut.

“Kalau situasi seperti ini tak segera diatasi bisa-bisa terjadi tawuran sesama penggunan jalan. Sudah lalu lintasnya padat tidak ada yang mengatur,” terang Mohamad warga Lamongan yang tengah uring-uringan karena terjebak macet saat akan menemui mitra bisnisnya di pabrik PT Semen Gresik.

Pantaua seputartuban.com, Rabu (03/09/2014) pagi, pengerjaan proyek yang membentang mulai pertigaan Pasar Merakurak hingga jembatan di Desa Mandirejo (yang juga sedang dikerjakan) seperti dilakukan dengan tergesa-gesa.

Akibat mengejar target, mesin eksavaor yang mengerjakan pengerukan tanah di bahu jalan untuk pembangunan sanitasi seolah tak mempedulikan keamanan pengguna jalan. Belum lagi tumpukan material yang berserakan di kanan kiri jalan makin membuat jalur yang dikenal ppadat atus lalu lintas ini makin terganggu.

Tak jarang kemacetan mengular karena memang tidak petugas yang mengatur arus lalu lintas di lokasi tersebut. Tidak itu saja. Diduga gara-gara operator eksavator tidak menguasai medan membuat saluran pipa PDAM jebol karena kesangkut mesin penggaruk tersebut. Kondisi ini sempat membuat sejumlah rumah tangga pelanggan PDAM airnya macet. Beruntung keadaan ini dengan cepat diatasi setelah sejumlah warga melayangkan komplain ke PDAM.

Soal karut marut di kawasan proyek tersebut Kepala Dinas PU Pemkab Tuban, Choliq Chunasish, berjanji akan secepatnya melakukan sidak dan memberikan peringatan kepada PT Daya Pribumi selaku rekanan agar memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Kita juga minta rekanan segera menempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas serta¬† memindahkan material yang berserakan,” tandas Choliq kepada seputartuban.com, Rabu (03/09/2014) sore. MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos