Published On: Sel, Mei 10th, 2016

Lagi Polres Tuban Bongkar Olahan BBM Ilegal

TUBAN

seputartuban.com – Ribuan Liter hasil olahan minyak mentah yang dikelola ilegal, Minggu (8/6/2016) dini hari berhasil diamankan personil Polres Tuban. Barang bukti yang diamankan setara dengan minyak tanah diamankan dari wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.

UNGKAP LAGI : Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati menunjukkan barang bukti minyak tanah ilegal

UNGKAP LAGI : Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati menunjukkan barang bukti minyak tanah ilegal

Penangkapan tersebut berawal saat kecurigaan petugas Patroli dari Polsek Senori yang mengetahui sebuah kendaran jenis bak terbuka warna Hitam Bernopol  N 8101 NZ. Melaju dengan kesan membawa beban berat. Petugas memberhentikan paksa dijalan poros desa, kawasan Desa Sidoharjo untuk mengecek apa yang sebenarnya dimuat.

Kecurigaan benar, setelah diperiksa kendaraan itu membawa minyak tanah hasil olahan tradisional. Tidak dapat menunjukkan surat-surat kelengkapan dan izin pengiriman barang. Pengemudi, Bahroni (31) warga Desa Sumberwetan, Kecamatan Kedepok, Kabupaten Probolinggo, kemudian dibawa ke Mapolsek Senori kemudian dilimpahkan ke Polres Tuban untuk menjalani penyidikan.

“Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan petugas seluruhnya berjumlah 1,470 liter. Jumlah itu dari 49 jerigen dengan kapasitas isi 30 liter tiap jerigen. Serta sebuah kendaraan pik up yang digunakan mengankut,” terang Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan,  saat pers release. Senin (9/6/2016) pagi.

Dari data yang berhasil dihimpun, hasil uji labolatorium menyatakan bahwa ribuan liter cairan itu merupakan senyawa yang memiliki kadar kandungan sama dengan minyak tanah. Bahan bakar yang dapat digunakan untuk mesin jenis diesel itu didapat dari wilayah Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Rencananya akan dikirim kewilayah Kabupaten Probolinggo.  “Minyak itu dibeli sebesar Rp. 5,000.- per-liter. Yang rencananya akan dijual lagi kewilayah Kabupaten Probolinggo sebesar Rp. 6,500 per-liternya,” lanjut Guruh.

Sopir itu diproses hukum karena tanpa izin telah mengangkut dan memperjual belikan bahan bakar minyak. Sebagaimana yang dimaksudkan dalam pasal 53 huruf b dan d, JO Pasal 23 Ayat 2 Huruf  b dan d undang-undang  Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

Tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 4 Tahun. “Penanganan hukumnya saat ini masih didalami oleh penyidik dan masih dalam pengembangan,” pungkas Kapolres Tuban.

Hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan petugas Kepolisian ini merupakan tangkapan kedua belum lama ini. Sebelumnya petugas telah mengamankan sebanyak 3.500 liter solar ilegal siap edar diwilayah jalur pantura Tuban-Bancar  tepatnya wilayah Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Jatirogo pada Selasa (30/4/2016) lalu. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos