Published On: Sel, Mar 13th, 2012

Lagi Kisah Tragis TKI, Meninggal di Arab Saudi Sudah Dua Bulan Belum Dipulangkan

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

MONTONG

ilustrasi - mobile.seruu

seputartuban.com – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kec. Montong, Kabupaten Tuban, yang bekerja di Arab Saudi meninggal sejak dua bulan yang lalu. Namun hingga kini jenazahnya masih tertahan di Arab Saudi. Keluarga korban meminta kepada pemerintah agar segera memulangkan jenazahnya yang terkatung-katung selama dua bulan lebih.

Nasib nahas tersebut dialami oleh Sulaiman Bin Dasuki (37) seorang TKI asal Desa Bringin, Kecamatan Montong, Tuban. Diduga karena sakit, Sulaiman meninggal di Arab Saudi yang  pada 9 januari lalu.

Namun lebih tragisnya, selama dua bulan lebih tersebut jenazah Sulaiman hingga saat ini masih terkatung-katung di Arab Saudi dan belum bisa dipulangkan ke Indonesia. Sementara keluarga korban hanya bisa berharap kepada pihak-pihak terkait agar bisa membantu memulangkan jenazah korban.

Harapan keluarga korban tersebut disampaikan oleh Masnuri, yang masih sepupu korban, saat berkunjung ke Balai Wartawan Tuban di Jalan Pramuka 1 Tuban, pada selasa (13/3/2012) sore. Kepada seputartuban.com, Masnuri mengatakan bahwa keluarga korban sudah berupaya untuk memulangkan jenazah korban.

Namun entah mengapa proses pemulangan jenazah korban terkesan dipersulit oleh pihak-pihak terkait, terutama oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), yang memberangkatkan korban dari Jakarta saat akan ke Arab Saudi pada tahun 2009 lalu.

Dikatakan oleh Masnuri, berkali-kali keluarga korban menanyakan kepada pihak PT yang berada di Jakarta, namun terkesan tidak ada upaya sama sekali yang dilakukan oleh PJTKI tersebut, dan justru seakan dipersulit.

Keluarga korban juga menyayangkan sikap perusahaan yang terkesan mengabaikan, saat dikonfirmasi oleh keluarga korban. Sayangnya lagi, kabar kematian Sulaiman bukannya diperoleh dari PT, namun justru dari temannya sesama TKI di Arab Saudi yang bernama Mukim, asal Kabupaten Gresik.

Padahal keluarga korban juga sudah menuruti permintaan terkait persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh keluarga untuk proses memulangkan jenazah korban. Namun setelah menunggu hingga dua bulan lebih, jenazah korban juga tak kunjung dipulangkan.

Menurut informasi yang diperoleh keluarga, jenazah korban hingga saat ini masih tertahan di kamar jenazah di sebuah Rumah Sakit di Arab Saudi, hal itu yang membuat keluarga korban semakin bersedih.

“keluarga sangat bersedih atas musibah ini mas, kami sudah pasrah namun kami juga berharap ada pihak yang bertanggung jawab terhadap pemulangan jenazah saudara kami ini mas,” kata Masnuri dengan nada sedih.

Keluarga korban juga berharap kepada pemerintah agar juga turut membantu untuk memulangkan jenazah korban ke keluarganya. Atas kejadian ini keluarga korban merasa sangat bersedih dan menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tidak ada upaya yang dilakukan untuk memulangkan pahlawan devisa ini.

“kami juga berharap kepada pemerintah agar bisa memulangkan jenazah korban yang tertahan selama dua bulan lebih di Arab Saudi,” harapnya pasrah.

Sepupu Sulaiman datang ke Balai Wartawan ini, bagian dari harapan baru atas usahanya yang sudah selama ini dilakukan dan belum membuahkan hasil. Dengan diberitakan kasus ini diharapkan pihak-pihak terkait yang dapat membantu memulangkan jenazah TKI yang sudah di Arab Saudi sejak 2 tahun lalu ini, termasuk Pemkab Tuban.

Facebook Comments

About the Author

Displaying 5 Comments
Have Your Say
  1. baja sosial berkata:

    masa allah,kok sampai segitunya masalah TKI di indonesia.semoga pemerintah mau menolong nya,amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

  2. siti rochmah berkata:

    gmn c,negara arab nie,kok tega bgt,, ama TKI indo,kan dia ngak salah,,,,,AduHh KasiANn Bgta C,,Cccccc,,,??? UNtuk KEluRga Koban sabAr za.

  3. unirow jaya berkata:

    baru tahu q kalau Ada TkI indo yang mati samapai @ buLan NGGka di pULnaKn????laporkan KE komNAS HAM

  4. pery.sosial berkata:

    komnas HAM mana bisa,yang bener tu laporkan ke anggota DPR,jah,,,,

  5. Dalbo Kiran berkata:

    sama anggota DPR, mana bisa dia perjuangkan rakyat kecil, bisanya hanya kunker aja kok.