Published On: Ming, Feb 21st, 2016

Lagi Bukti Budidaya Jamur Tiram Menguntungkan

RENGEL

MENGUNTUNGKAN : Budiaya jamur tiram butuh keseriusan, ketelatenan untuk menuai kesuksesan

MENGUNTUNGKAN : Budiaya jamur tiram butuh keseriusan, ketelatenan untuk menuai kesuksesan

seputartuban.com – Banyak yang gulung tikar membudidayakan jamur tiram, namun banyak diantaranya juga mulai menuai sukses. Selain di Kenduruan, kini juga di wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Dalam sepekan mampu menghasilkan Rp. 800 ribu.

Angga Dwi Phayana (25), warga RT. 02 RW. 09, Dusun Gembong, Desa Rengel, Kecamatan Rengel ia sudah jatuh hati budiaya jamur tiram sebagai usahanya. Ia keluar dari perusahaan finance kemudian fokus dengan usaha barunya itu.

Bapak anak satu tersebut merintis usaha dibidang budidaya jamurnya mulai Senin (02/11 2015) silam. Dengan bermodalkan 200 baglok (media pembibitan jamur), kini sudah dikembangkan menjadi 2.000 baglog sebagai sumber mata pencaharian.

“Sebenarnya tidak rumit, ya kuncinya sabar dan telaten saja. Sering-sering melakukan pengecekan kadar kelembapan dan suhu didalam ruangan. Karena jamur hanya dapat tumbuh dan berkembang pada suhu tertentu,” terangnya saat ditemui dikediamanya. Minggu (21/2/2016) siang.

Tiap hari ia memanen hasil jamur budidayanya sekitar pukul 06:30 WIB hingga 07:30 WIB. Dengan hasil sebanyak 8 Kg hingga 12 Kg jamur tiram, yang laku dijual dengan harga per kilogramnya sekitar Rp 12.000. Jika dikalkulasikan, hasil rata-rata tiap minggunya, usahanya mampu menghasilkan sebesar Rp 800.000.

“Awalnya hanya iseng ngikut-ngikut saran teman, ternyata budidaya jamur ini hasilnya lumayan. Asalkan mau belajar tentang cara perawatan dan pengerjaan yang dilakukan dengan benar,” ungkapnya.

Selain Angga diwilayah desa setempat, masih terdapat 5 pebisnis budidaya jamur lainya serta seorang lagi yang berperan sebagai pengepul untuk di packing. Kemudian malam harinya didistribusikan ke beberapa pasar wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.

Diketahui. Angga menbuat media penanaman budidaya jamur tersebut secara manual dengan bahan dasar diantaranya campuran serbuk gergaji, Bekatul/ dedak, kapur putih/ gamping, dan plastik pembungkus. Setiap baglog memiliki usia panen terjaga kwalitas secara produktif antara 3 sampai 4 bulan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Videos