Published On: Kam, Nov 15th, 2012

Kurikulum Bukan Kitab Suci Yang Disakralkan

Share This
Tags

Penulis : Muhaimin

TUBAN

seputartuban.com – Pendidik harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pasalnya tiap lingkungan sekolah/madrasah memiliki kondisi yang berbeda, dan mempengaruhi kwalitas pendidikan lulusanya.

Sehingga kurikulum KTSP yang sudah ada selama ini, perlu dilakukan penyesuaian dengan kondisi sekolahnya masing-masing. Hal ini terungkap dalam Workhsop implementasi penyusunan KTSP tingkat RA dan MI Se-Kabupaten Tuban, Kamis (15/11/2012) di MTs Negeri Tuban.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Seksi Mapenda Kementrian Agama Kabupaten Tuban ini dimaksudkan adanya review kurikulum yang dipakai selama ini. Yakni harus diubah dan disesuaikan dengan analisa kontek lingkungan sekolahnya masing-masing.

Penanggung Jawab Kegiatan, H. Nur Alam, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya mengadakan kegiatan ini diharapkan kwalitas pendidikan madrasah agar terus meningkat. “kurikulum bukan kitab suci yang disakralkan. Tapi haru direview, diantaranya di update tiap tahun ajaran baru, serta mencari bentuk atau format kurikulum yang aplikatif sesuai Badan Standart Nasional Pendidikan (BNSP),” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti 120 perserta dari perwakilan tiap kecamatan 3 orang yang ahli dalam bidang kurikikulum. Dan workshop dilakukan selama sehari dengan dibagi 2 kelas yakni 60 guru dari utusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 60 lainya dari guru Raudlatul Athfal (RA).

Foto : pembukaan workhsop oleh Kasi Mapenda didapingi penangung jawab kegiatan dan foto peserta saat mengikuti kegiatan

Facebook Comments

About the Author

Videos