Published On: Sel, Jun 3rd, 2014

Kurikulum 2013 Masih Menjadi Dilema

TUBAN

Logo_Kurikulum_2013.seputartuban.com–Rencana penerapan Kurikulum 2013 (K-13) pada seluruh sekolah di Kabupaten Tuban tampaknya belum diimbangi persiapan yang matang. Bagi sebagian besar guru, perubahan kurikulum ini masih menjadi dilema.

Hal ini berbeda dengan perubahan kurikulum pada era Orde Lama dan Orde Baru. Pada era tersebut, perubahan kurikulum dilakukan sangat hati-hati melalui proses dialog, analisis, dan uji coba.

HENY INDRIANA: Mindset tenaga didik kita masih banyak yang belum siap

HENY INDRIANA: Mindset tenaga didik kita masih banyak yang belum siap

Minimnya sosialisasi menjadi fakta tak terbantahkan bahwa sejatinya komunitas pendidik ini belum siap, jika kemudian “dipaksa” menerapkan program K-13 mulai tahun ajaran 2014/2015 ini.

Selama ini di Kabupaten Tuban yang sudah mengimplementasikan K-13 baru sekolah sasaran yakni SMPN 5 Tuban,  SMPN 3 Tuban, SMPN 2 Tuban, SMPN 1 Tuban, SMPN 1 Kenduruan, SMP Islam Bejagung, SMAN 3 Tuban, SMAN 1 Tuban, SMAN 2 Tuban, SMAN 4 Tuban, SMAN 1 Plumpang,SMAN 1 Kenduruan, SMKN 1 Tuban, SMKN 2 Tuban dan SMK Taruna Jaya Prawira Tuban. Itupun baru  diterapkan untuk siswa kelas 1.

Kasi Kurikulum SMP/SMA Disdikpora Tuban, Heny Indriana, tak memungkiri kesiapan tenaga didik masih menjadi kendala yang sampai sekarang belum mampu diatasi untuk penerapan K-13. Terutama menyangkut praktek kurikulum tematik.

Meski ini sudah sering digaungkan sebelumnya, tapi Heny melihat  masih sangat perlu banyak pembekalan untuk menerapkannya. Makanya, untuk menjawab persoalan ini mulai medio bulan ini Disdikpora Tuban menggencarkan workshop penerapan K-13.

“Mindset tenaga didik kita masih banyak yang belum siap,” tegas Heny.

Namun demikian, sambung dia, untuk memaksimalkan pelaksanaan K-13 ke depan tenaga didik akan mendapatkan pendampingan selama kurang lebih satu tahun. Dikpora akan aktif mendampingi tenaga didik dengan sistem class visited.

“Pendampingan yang dimaksud untuk guru yang belum berkompeten, karena K-13 ini harus mulai diterapkan dalam tahun ini,” kata Heny.

Disebutkan, penerapan kurikulum ini diberlakukan untuk kelas 1 dan 2, baik itu tingkat SMP maupun SMA sederajat. Kenapa harus kelas 1 dan 2? Heny menyatakan, karena saat ujian nasional (UN) 2015 siswa kelas 3 masih menggunakan kurikulum sebelumnya. Akan tetapi untuk UN tahun berikutnya sudah berstandar K-13, karena siswa yang naik kelas 3 sebelumnya sudah menggunakan kurikulum tersebut.

Sekedar mengingatkan, Kurikulum 2013 atau pendidikan berbasis karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggantikan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill dan pendidikan berkarakter. Untuk itu, siswa dituntut untuk paham atas materi dan aktif dalam berdiskusi serta presentasi, juga memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.

Kurikulum ini menggantikan Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.

Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK). Smentara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7–15 tahun, maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.

Pengetahuan dalam kurikulum 2013 sama seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya, yaitu penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa didapat dari ulangan harian, ujian tengah/akhir semester, dan ujian kenaikan kelas. Pada kurikulum 2013, pengetahuan bukan aspek utama seperti pada kurikulum-kurikulum sebelumnya. AMIN

Facebook Comments

About the Author