Published On: Jum, Feb 10th, 2017

Kuota Berkurang, Sepanjang 2017 Pupuk Subsidi Rawan Langka

seputartuban.com, TUBAN – Permasalahan pupuk ternyata semakin sulit di tangani, setiap kali musim tanam petani selalu kekurangan. Meski selama ini masih kurang, namun pada tahun 2017 alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah justru mengalami penurunan 10 persen.

Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, alokasi pupuk untuk Kabupaten Tuban tahun 2016 sebanyak 123.000 ton. Sedangkan tahun 2017 sebanyak 110.000 ton. Atau  mengalami penurunan hingga 10 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Murtadji mengatakan alasan turunnya alokasi pupuk itu disebabkan karena kemampuan alokasi subsidi pupuk dari pemerintah pusat terbatas. Rencananya kekurangannya akan diajukan untuk alokasi tambahan tahun 2017. “Kemampuan keuangan negara untuk subsidi pupuk hanya itu, nanti akan kita usulkan lagi dalam penambahan alokasi,” kata Murtadji, kemarin.

Sedangkan untuk optimalisasi agar kebutuhan pupuk bagi petani dapat terlayani dengan baik, akan dilakukan beberapa upaya pengendalian dan pengawasan. Serta mengoptimalkan peran Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) untuk melakukan pengawasan dan melaporkan secara rutin perkembangan di masyarakat. “Kami juga akan lakukan sidak ke kios-kios, Gapoktan dan juga kepada petani langsung,” sambung mantan Camat Bancar itu.

Murtadji menambahkan bahwa bila ditemukan adanya kios resmi yang menyalahi aturan, akan ditindak tegas. Bahkan izin usahanya bisa dicabut dan dilarang gabung dengan Gapoktan lagi. “Kita akan berikan sanksi tegas terhadap Gapoktan maupun kios yang nakal dan tidak sesuai prosedur,” ujarnya.

Diketahui, untuk 2017 kebutuhan pupuk sesuai dengan RDKK sebanyak 372.282 ton, terealisasi sebanyak 110.546 ton, kekurangannya sebanyak 261.736 ton. Terdiri dari UREA kebutuhan sebanyak 90.192 ton, terealisasi sebanyak 45.O65 ton, kekurangannya sebayak 45.127 ton.

Jenis SP36 kebutuhannya sebanyak 39.192 ton, realisasi sebanyak 11.550 ton dan kekurangannya sebanyak 27.847 ton. Jenis  ZA kebutuhan sebanyak 39. 822 ton, yang terealisasi sebanyak 8.563 ton, kekurangnya 31.521 ton. Jenis NPK kebutuhan 89.961 ton, terealisasi 26.594 ton, kurang sebanyak  63.367 ton. Organik kebutuhan 112.916 ton terealisasi 18.774 ton dan kekurangan sebanyak 112.916 ton. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author