Published On: Ming, Apr 22nd, 2012

Kuli Batu Posphat, Tewas Tertimpa Longsoran Tanah

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

SINGGAHAN

seputartuban.com – Seorang kuli bangunan yang bernama Hadi Sucipto (28) warga Dusun Ngindahan, Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Tuban tewas oleh tumpukan tanah longsor. Kejadian bermula saat menggali batu galian posphat di kawasan Hutan petak 33 wilayah Perhutani RPH Mulyoagung, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan, Minggu (22/04/2012).

Kejadian berawal saat korban yang sedang bekerja sebagai penggali batu posphat dilokasi yang biasa warga menyebutnya Watu Kandang, Desa mulyoagung,  Kecamatan Singgahan, Tuban. Keduanya bekerja kepada dua orang Bos yang masing-masing diduga dari Dusun Topar, Desa Talangkembar dan Desa Pucangan, Kec. Montong.

Namun saat korban menggali tanah sekitar kedalaman 2 meter bersama rekan rekan senasibnya itu tidak mengetahui kalau tanah yang dia gali labil. Akhirnya ketika penggalian korban yang menggali menggunakan cangkul tiba-tiba tanahnya longsor dan menimpa kepala korban.

Selanjutnya korban ditolong oleh kedua temannya, karena takut bila memakai cangkul, teman korban yang juga sebagai saksi yang bernama Wajib (40), warga Dusun Ngindahan, Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, dan Sumiran (38) warga desa yang sama, memakai tangan untuk menggali longsoran batu yang menimpa korban itu.

Namun sayangnya saat ditemukan korban sudah dalam tidak bernyawa, selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singgahan. Dan akhirnya korban dievakuasi ke Puskesmas Singgahan untuk di visum.

Karena korban sudah meninggal, dan keluarga meminta untuk dipercepat pemakaman, akhirnya jasad korban diserahkan ke keluarganya untuk disemayamkan dirumah duka dan rencananya, Senin (23/04/2012) baru dimakamkan.

Kasubbag Humas Polsek singgahan Aipda Samsoco  kepada seputartuban.com menuturkan bahwa, korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa, selanjutnya korban divisum luar untuk diidentifikasi. “sebelum korban tertimpa reruntuhan batu, korban tidak menyangka akan tertimbun seperti ini, karena kedalaman baru sekitar 2 meter,” tuturnya.

Berdasarkan penelusuran dari warga setempat diketahui bahwa lokasi tambang dikawasan Perhutani ini sempat dibuka sejak beberapa tahun lalu. Namun juga beberapa kali ditutup oleh petugas perhutani. Dan sebenarnya sempat terjadi kecelakaan kerja sebelumnya, namun beruntung tidak sampai merenggut nyawa para pekerja.

Posphat dari kawasan Watu Kandang ini nampaknya menjadi primadona. Terbukti sejak pertama kali dibuka hingga sekarang, sudah silih berganti bos yang mengelola tambang posphat dibawah tangan.

Facebook Comments

About the Author