Published On: Rab, Des 9th, 2015

Krisis Kepercayaan, Warga Gaji Boikot Pemilukada Tuban

KEREK

Krisi Kepercayaan : Warga Desa Gaji saat membakar surat panggilan pemilih wujud boikot Pemilukada 2015, Rabu (9/12/2015)

Krisi Kepercayaan : Warga Desa Gaji saat membakar surat panggilan pemilih wujud boikot Pemilukada 2015, Rabu (9/12/2015)

seputartuban.com – 20 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Rabu (9/12/2015) pukul 09.00 WIB boikot Pemilukada Tuban 2015. Mengawali aksinya mereka arak-arakan keliling desa kemudian membakar surat panggilan pemilih, atau formulir C-6 tidak jauh dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pembakaran surat panggilan di pertigaan jalan Dusun Karang Binangun, Desa Gaji, dekat dengan lahan warga yang sudah masuk peta bidang PT Semen Indonesia. 20 KK masing-masing membawa 4 surat panggilan yang dibakar.

Koordinator Aksi, Abu Nasir mengatakan aksi ini wujud perjuangan warga untuk mendapatkan hak tanahnya secara penuh. Serta wujud krisis kepercayaan kepada pejabat eksekutif dan legislatif. Karena dianggap meski mereka menjabat melalui pemilu, namun tidak berpihak kepada rakyat.

12 tahun warga Desa Gaji memperjuangkan haknya, tanah yang tidak dijual sudah masuk peta bidang perusahaan. Karena ada pihak lain yang secara administrasi sudah menjualnya. Selain itu warga juga ditolak saat mengajukan sertifikat tanah miliknya. “Aksi ini sebagai tindak lanjut aksi kita dulu di Pemkab, kasus kita selama 12 tahun tidak ada ujungnya,” kata Abu Nasir.

Sejak 2003 berbagai upaya pengembalian lahan yang dijual sepihak oleh mantan Kades seluas 30,5 hektar sudah dilakukan. Melaporkan ke DPRD Tuban, Pemkab Tuban dan Polres Tuban, namun hingga saat ini warga masih meradang. “Kita kecewa dengan pemerintah yang tidak peduli dengab nasib kita. Kami terasing ditanah kami sendiri tidak ada yang peduli,” sambungnya.

Atas kondisi itu, warga semakin tidak percaya terhadap Pemilu. Karena hanya menghasilkan pejabat yang mementingkan pribadi dan golonganya. Mereka dianggap acuh terhadap nasib rakyatnya. “Mereka hanya mengejar kekuasaan saja, yang terpilih tidak ada yang peduli dengan rakyatnya,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Desa Gaji sudah melaksanaka aksi unjuk rasa ke DPRD Tuban dan Pemkab Tuban. Saat itu mereka juga sudah menegaskan akan boikot Pemilukada jika kasus tanah itu tidak selesai.

Kemudian aksi berikutnya saat di Pemkab Tuban, warga ditemui Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Dijanjikan Pemkab akan memberikan mediasi atau fasilitasi kasus ini. Bahkan berjanji akan memberikan bantuan hukum. Namun semua yang disampaikan orang nomor 2 di Pemkab Tuban itu hingga saat ini belum ada realisasinya. Sehingga warga memenuhi tekadnya untuk boikot Pemilukada Tuban. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author