Published On: Sel, Sep 29th, 2015

KPR Tuban dan Wabup Noor Nahar Selisih Jalan Soal Seks Bebas

TUBAN

 grafis: google image diolah


                     grafis: google image diolah

seputartuban.com–Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban tak sependapat dengan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein yang mengkambing hitamkan kecanggihan teknologi sebagai salah satu pemicu terjadinya kehidupan seks bebas di kalangan pelajar.

Ketua KPR Tuban, Imanul Istofaina, mengatakan persoalan pergaulan bebas di kalangan remaja memang dapat dipicu kemajuan teknologi.

“Tapi menyalahkan kecanggihan teknologi juga bukanlah hal yang tepat. Yang penting adalah bagaimana kita mampu memberikan dedikasi dan pendidikan seks bagi generasi muda. Karena aktivitas mereka cenderung lebih besar berada di sekolah daripada di rumah” ungkap Imanul kepada seputartuban.com, Selasa (29/09/2015) sore.

Menurut dia, karena selama ini sekolah sebagai pusat berinteraksi masih lemah dalam penyerapan pelajaran yang tentang pendidikan seks.

Ini terjadi lantaran masih kurang pahamnya pihak pendidik tentang pelajaran seks itu sendiri. Akibatnya pelajaran yang disampaikan belum bisa diterima peserta didik secara maksimal.

“Mereka yang sebelumnya anak-anak dan tumbuh menjadi remaja mayoritas belum paham secara benar dengan sex education. Yang perlu dipertanyakan saat ini adalah bagaimana metode pelajaran yang diajarkan pihak sekolah,” tuturnya.

Imanul mengungkapkan, masih tingginya kasus hamil hingga kelahiran di luarnikah yang rata-rata melibatkan siswi di bawah umur sudah sangat perlu sekali untuk diantisipasi, agar pertumbuhan kasusnya tidak semakin naik.

“Selain dari pihak guru yang perlu digembleng ulang agar cakap dan paham secara betul dalam menyampaikan pendidikan seks, faktor lainnya adalah dengan mencegah kegiatan seks bebas dan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan,” kata Imanul.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar, menyatakan salah satu pemicu terjadinya kasus seks bebas di kalangan remaja adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih, tetapi orang tua tidak paham hal itu. Sehingga banyak kaum remaja yang bebas bergaul tanpa sepengetahuan dari orang tuanya.

Pada sisi lain, Pemkab Tuban berjanji akan meningkatkan peran serta dari dinas terkait serta lembaga-lembaga yang berkopemten.

“Kita akan menggencarkan pembinaan dan sosialisasi terhadap orang tua agar mengetahui secara dini perubahan perilaku yang dialami anaknya,” tandas dia.

Bedasarkan catatan seputartuban.com, sepanjang tahun 2013 adan sebanyak 30 kasus asusila yang melibatkan pelajar, 2014 sebanyak 27 kasus dan hingga September 2015 sudah ada 26 kasus yang ditangani oleh Polres Tuban. Itu belum termasuk kasus-kasus yang tidak dilaporkan ke aparat kepolisian. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author