Published On: Sab, Feb 25th, 2017

KPR Sebut Penyidik Anak Kurang Profesional

seputartuban.com, TUBAN – Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) kembali mengungkapkan sejumlah hal terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap anak dibawah umur yang diduga dilakukan penyidik Polsek Parengan. Selain mengungkapkan temuan baru juga mengkritisi kinerja Kepolisian.

MAKIN MEMANAS : Orang tua tersangka yang diduga menjadi korban penganiayaan penyidik saat melapor di KPR

Penasehat KPR, Nunuk Fauziyah, Jumat (24/2/2017) menyampaikan komentar yang selama ini disampaikan dari Polres Tuban dinilai kurang tepat. Serta langkah yang dilakukan Polsek Parengan kurang profesional. Hal itu ditemukan setelah bertemu ketiga anak yang diduga menjadi kekerasan di Lapas Tuban.
Rabu (22/2/2017), dua orang tua tersangka dijemput dari rumahnya dan diajak bertemu anaknya di Lapas Tuban pukul 16.00 WIB. Anggota Polsek Parengan menanyakan kepada tersangka F, apakah dia dipukul oleh NK. Dijawab dia telah dipukul 8 kali dan dijambak. Kemudian Polisi tersebut meminta maaf dan diminta bersabar, karena setelah sidang, dipastikan dia akan keluar.

“Data ini kami peroleh hasil diksui dengan anak2 di LP. Sedangkan kedua orang tua yang lain terpaksa bersembunyi dikantor kami karena ketakutan. Pihak polisi yang selalu mendatangi rumah mereka,” kata Nunuk.

KPR juga menilai pola komunikasi pasca kasus dugaan penganiayaan ini mencuat ke publik, tidak melibatkan pihaknya. Padahal orang tua anak sudah melaporkan kepada lembaganya. “Jika oknum polisi tidak bersalah tidak mungkin mereka terkesan kucing-kucingkan. Dengan mondar mandir mendatangi rumah para orang tua klien kami. Pihak Polisi bisa bertemu dengan kami secara baik-baik sebagai bentuk pertanggunghawaban atas segala perbuatanya,” imbuh aktivis perempuan itu.

Sementara itu, pengacara ketiga anak tersebut, Sutanto Wijaya sedang mempertimbangkan mengajukan praperadilan. Karena diduga prosedur penangkapan hingga penyidikan kurang lengkap. “Tapi hinga saat ini kita ( KPR / para Advocat ) yg mendampingi kasus ini masih mempertimbangkan seluruh aspek kepentingan yang terbaik bagi anak anak tersebut. Bukan pertimbangan hukum saja, kita pertimbangkan juga spek psikis, sosial, pertumbuhkembangan anak juga,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad menegaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan Provos untuk mendalami informasi yang berkembang. Jika cukup bukti terjadi pelanggaran, penyidik yang diduga melakukan penganiayaan akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Sebaliknya, jika anggotanya terbukti tidak bersalah, maka dia akan membelanya. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author