Published On: Jum, Jul 26th, 2019

KPR Desak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Disahkan

seputartuban.com,TUBAN – Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Tuban, Kamis (18/7/2019) untuk mendukung pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang saat ini tengah digodok pemerintah pusat. Dewan sebagai penyambung lidah rakyat, diharapkan dapat menyampaikan aspirasi ini.

Perjuangkan UU : Massa KPR saat aksi damai di depan Gedung DPRD Tuban

RUU ini dipandang perlu disahkan karena. Diantaranya kasus di Tuban saja, sepanjang tahun 2018-2019, ada 187 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah didampingi KPR.

Jika RUU tersebut disahkan, maka dapat mencegah tindak kekerasan seksual, menangani, melindungi dan memulihkan korban. Serta dapat menindak pelaku dan mewujudkan lingkungan yang bebas dari kekerasan seksual.

Direktur KPR Tuban, Nunuk Fauziyah, mengatakan sampai saat ini ada beberapa tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Antara lain kekerasan diranah privat. Korban dan pelaku berada dalam relasi perkawinan, kekerabatan atau relasi intim lainnya. Seperti kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT), kekerasan dalam pacaran dan incest.

“Meningkatnya banyaknya aduan kasus kekerasan dalam pacaran ke institusi pemerintah,maka pemerintah dan DPR RI perlu segera membahas dan mengesahkan RUU PKS,”katanya.

Selain itu, tren lainnya adalah perkosaan dalam perkawinan. Yaitu hubungan seksual dengan cara yang tidak di inginkan dan menyebabkan penderitaan terhadap istri. Inces perkosaan oleh orang yang memiliki hubungan sedarah.

Sementara itu, untuk pengguna teknologi agar tidak menyebarkan konten-konten, yang dapat merusak reputasi korban yang merupakan kekerasan berbasis cyber. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos