Published On: Sen, Mei 12th, 2014

Korban Predator Pedofilia Kepsek Bertambah 2 Anak

Share This
Tags

BANGILAN

AWAS PREDATOR: Sekolah kini bukan lagi tempat aman bagi para muridnya. Bukti itu, Rabu (07/05/2014) pagi, terjadi di SDN Bangilan,

AWAS PREDATOR: Sekolah kini bukan lagi tempat aman bagi para muridnya. Bukti itu, Rabu (07/05/2014) pagi, terjadi di SDN Bangilan,

seputartuban.com – Kasus pelecehan sek sual yang dilakukan oleh HS Kasek SDN Bangilan terus berkembang. Kabar terakhir beredar diwarga sekitar bahwa korban bertambah 2 anak. Yakni siswi kelas 1 dan kelas 5.

Hal ini terkuak setelah salah satu korban membongkar praktek pedofilia Kepala Sekolahnya (Kepsek).
Namun karena alasan takut terkuak dan menanggung malu, orang tua korban tidak berani melapor. “Korban ini mengetahui kalau kakak kelasnya menjadi korban HS. Terus bercerita kepada ibunya, kalau dirinya juga pernah diperlakukan sama (pelecehan), ” ungkap salah satu warga Bangilan.

Sementara itu, kasus pradator pedofilia ini nampaknya aman dari jeratan hukum. Meski mendapatkan pengakuan korban, bukti pernyataan dari HS dan sejumlah kesaksian lainya, nampaknya Polisi tidak melanjutkan proses hukum. “Ditunggu pulang sekolah, orang tua tidak mau melaporkan. Kita menunggu, ternyata ada surat pernyataan antara orang tua korban, pelaku dan UPTD. Intinya surat berisi bahwa anak sudah bisa sekolah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, Minggu (8/5/2014).

Diberitakan sebelumnya, Gara-gara dicabuli kepala sekolahnya, seorang siswi kelas VI SDN Bangilan sampai tak berani masuk sekolah hingga mengalami trauma mendalam. Predator pedofilia itu adalah HS yang tak tak lain adalah seorang Kepsek.

Terbongkarnya kasus ini ketika korban sering bolos sekolah dengan alasan takut bertemu HS. Bahkan, korban  tidak mau lagi sekolah lantaran takut saat mengingat kejadian saat dia digerayangi HS.

Hal ini membuat orang tua korban merasa aneh dan bertanya kepada anaknya. Setelah dipaksa, korban akhirnya mengaku bahwa dirinya sering diperlakukan tidak senonoh oleh HS. Bahkan kejadian tersebut terulang saat korban sedang mengikuti pelajaran olahraga di sekolahnya. Kaget dengan perbuatan yang menimpa anaknya, pihak keluarga geram dan melakukan aksi demo di sekolah, Rabu (7/5/2014). HANAFI

Facebook Comments

About the Author