Published On: Rab, Mar 18th, 2015

Koramil Montong Retas Penyelundupan Pupuk Bersubsidi

MONTONG

ILEGAL: Barang bukti berupa pik up yang mengangkut pupuk bersubsidi saat diamankan di Koramil Montong, Rabu (18/03/2015) pagi. foto: ARIF AHMAD AKBAR

ILEGAL: Barang bukti berupa pik up yang mengangkut pupuk bersubsidi saat diamankan di Koramil Montong, Rabu (18/03/2015) pagi. foto: ARIF AHMAD AKBAR

seputartuban.com– Upaya Menteri Pertanian menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut mengawal dan memantau distribusi pupuk bersubsidi, direspon jajaran Kodim 0811 Tuban dengan tindakan konkret di lapangan.

Debut keberpihakan TNI kepada petani tersebut ditandai aparat Koramil Montong dengan menggulung pengiriman 3 ton pupuk bersubsidi tanpa dokumen, Rabu (18/03/2015) pagi di jalan raya poros desa Guwoterus-Nguluhan.

Pupuk bersubsidi jenis ZA dan Urea yang dipasok dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut, rencananya akan dijual di kawasan Desa Nguluhan, Kecamatan Montong.

Kronologi penggerebekan ini, bermula ketika Danramil Montong Kapten (Infanteri) Lasmito menerima laporan dari anggotanya ada mobil bak terbuka Nopol K 1739 ND melintas di depan Makoramil pukul 08.15 WIB yang diduga mengangkut pupuk.

Setelah dibuntuti hingga melewati Desa Guwoterus pik up itu berhasil dihentikan di kawasan Desa Nguluhan. Saat diperiksa, sopir pik up Kacung Widodo, warga Dusun Sumberan Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Tuban, terus terang mengaku tidak memiliki surat DO (delivery order) maupun surat jalan. Aparat kemudian menggiringya ke Koramil Montong dimintai keterangan.

Kepada petugas, Kacung mengaku hanya orang suruhan yang ditugaskan mengantarkan pupuk kepda salah seorang pembeli di Desa Nguluhan.

“Saya hanya disuruh mengantarkan saja,” tutur Kacung kepada seputartuban.com di Koramil Montong.

TANPA POLICE LINE : Gudang pupuk di kawasan Desa Pakel saat didatangi petugas gabungan dalam keadaan tertutup. Polisi tidak berani membuka paksa

TANPA POLICE LINE : Gudang pupuk di kawasan Desa Pakel saat didatangi petugas gabungan dalam keadaan tertutup. Polisi tidak berani membuka paksa

Sementara itu hasil pemeriksaan petugas, pemilik pupuk mengaku menyimpan stok pupuk bersubsidi sebanyak 10 ton yang dibeli dari kawasan Kabupaten Rembang. Dengan rincian 3 ton sudah diangkut dalam pik up, dan 7 ton lainnya masih dalam gudang. Setelah di kros cek ke lokasi gudang yang berada di kawasan Desa Pakel, Kecamatan Montong, ternyata benar.

“Ke depan kami akan melakukan pengecekan berkala pada kios pupuk di kawasan Montong. Ini untuk mengantisipasi agar pupuk tidak kembali disalah gunakan,” ungkap Danramil Montong, Kapten Lasmito.

Saat Danramil menyerahkan kasus ini kepada Kapolsek Montong AKP Heri Bowo dengan mendatangi gudang pupuk dalam keadaan terkunci rapat. Bahkan informasi warga sekitar, beberapa pupuk dari dalam gudang dingkut keluar dengan menggunakan mobil.

Sayangnya, kapolsek beserta seorang anggotanya enggan membuka paksa gudang, karena beralasan menyalahi prosedur dan rawan melanggar hukum. Anehnya, Lokasi juga tidak dipasang garis polisi.

“Kami akan segera membawa hasil penangkapan ini ke Polres Tuban untuk diproses hukum lebih lanjut,” kata Heri Bowo di depan awak media.

BELUM DISITA : Tumpukan pupuk bersubsidi dalam gudang yang rencananya juga akan didistribusikan ke masyarakat

BELUM DISITA : Tumpukan pupuk bersubsidi dalam gudang yang rencananya juga akan didistribusikan ke masyarakat

Data yang dikumpulkan seputartuban.com dari berbagai sumber, menyebutkan pemilik pupuk ini diduga kuat pelaku lama. Karena pada akhir tahun lalu pernah diperiksa salah satu polsek di jajaran Polres Blora terkait dugaan penyelundupan pupuk  ke Tuban. Saat itu truk yang mengangkut 198 karung sak ditangkap petugas saat dalam perjalanan menuju Tuban.

Diketahui, sudah menjadi rahasia umum hampir tiap desa di Kecamatan Montong terdapat kios tidak resmi pupuk bersubsidi. Para mafia kecil ini secara berkala mendapatkan kiriman dari para pelaku di luar jaringan distributor maupun kios resmi di Kabupaten Tuban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author