Published On: Sen, Apr 21st, 2014

Kopwan Yang Tidak Jalan Akan Dilakukan Pembinaan

Share This
Tags

TUBAN

Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Farid Achmadi

Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Farid Achmadi

seputartuban.com – Koperasi Wanita (Kopwan) yang tersebar di Kabupaten Tuban dan dibentuk sejak 2009, belum semuanya beroperasi dengan maksimal. Sebanyak 16 Kopwan saat ini bermasalah, mengalami kredit macet maupun uangnya tidak jelas keberadaanya.

Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Farid Achmadi saat dikonfirmasi, Kamis (24/4/2014) mengatakan, bahwa pihak terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada Kopwan yang ada, dan bagi Kopwan yang berprestasi mendapatkan bantuan tambahan modal. Sedangkan bagi Kopwan yang bermasalah akan dilakukan pembinaan. “Bagi Kopwan yang bermasalah akan kita lakukan pembinaan agar berjalan sesuai peraturan yang ada. Serta diharapkan sesuai dengan tujuan didirikannya koperasi tersebut,” kata Farid.

Terkait banyaknya Kopwan bermasaah, pihaknya akan memanggil pengurus Kopwan yang bersangkutan. “Kita tekankan untuk semua Kopwan agar keperuntukannya bagi masyarakat umum, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebab Kopwan itu bukan milik pengurus, dan agar dana itu bisa berkembang sehingga masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya,” ungkap Farid.

Diketahui, dari 328 Kopwan yang ada, sudah ada sebanyak 69 Kopwan yang berprestasi dan mendapatkan tambahan modal, setiap Kopwannya diberi tambahan dana sebesar Rp. 25 juta. Pada tahun 2011 ada sebanyak 30 kopwan dapat suntikan dana 25 juta tiap Kopwannya, dan pada tahun 2012, ada sebanyak 39 Kopwan juga mendapat bantuan dana sebesar Rp. 25 juta tiap Kopwannya.

“Kita menghimbau dan berharap supaya Kopwan itu membantu masyarakat agar tidak terbelenggu oleh rentenir. Anggota bisa mendapatkan bantuan pinjaman, dan Kopwan bisa berkembang, bisa menjadi koperasi prosuktif, sebagai kaki tangan pemerintah,” pungkasnya. MUHLISIN

Facebook Comments

About the Author