Published On: Sab, Sep 30th, 2017

Kontraktor Memble Resahkan Masyarakat

seputartuban.com, MONTONG – Proyek pelebaran jalan Poros Kecamatan Montong – Kecamatan Singgahan atau tepatnya di kawasan Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban meresahkan masyarakat. Lantaran pelaksanaan pekerjaan yang terkesan asal-asalan. 

ASAL KERJA : Kondisi material yang dibiarkan mengganggu pengguna jalan

Diantaranya adalah saat beberapa waktu lalu melakukan penggalian untuk saluran air, bebatuan campur tanah begitu saja dibiarkan menumpuk di sepanjang jalan tanpa pengamanan ekstra. Salah satunya pemasangan rambu peringatan kepada pengguna jalan tidak memadahi. 
Akibat pengerjaan proyek menyebabkan debu. Musim kemarau ditambah lalu lalang kendaraan karena jalur padat mengakibatkan debu beterbangan ke rumah warga serta mengganggu pengguna jalan. Tidak ada penyiraman yang memadahi untuk mengurangi debu tidak terhembus angin. 

Proyek senilai miliaran rupiah itu juga pernah terjadi gejolak warga dalam bulan ini. Diduga karena pekerjaan, warga ada yang protes dengan cara memarkir kendaraannya melintang jalan. Akibatnya menyebabkan kemacetan panjang. 

Terbaru adalah penempatan tanah uruk untuk memadatkan kedua sisi saluran air juga sangat membahayakan pengguna jalan. Karena material begitu saja ditempatkan hingga masuk ke badan jalan. Bahkan kawasan jalan menikung juga kondisinya serupa. “Ini sangat bahaya tikungan ada material dan tidak ada rambu, tanahnya hampir separuh badan jalan,” kata Susyanto, warga setempat, Jumat (29/9/2017) siang. 

Menanggapi hal ini seblumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Tuban, Choliq Chunnasih sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan di lapangan. Terkait dengan potensi keterlambatan pengerjaan proyek, dia tidak menjelaskan detailnya. 

“Akan ditindaklanjuti melalui PPK agar lebih tertib. Sedangkan untuk batas waktu sesuai kontrak menyesuaikan pasal keterlambatan. Yaitu didenda atau perpanjangan jika alasannya bisa diterima sesuai ketentuan,” katanya singkat. Nal

Facebook Comments

About the Author