Published On: Sen, Jan 4th, 2016

Konsolidasi Kodim 0811 Tuban Kuatkan Swasembada Pangan 2016

TUBAN

LEBIH KUAT : Konsolidasi pelaksanaan program ketahanan pangan 2016 di Makodim 0811 Tuban

LEBIH KUAT : Konsolidasi pelaksanaan program ketahanan pangan 2016 di Makodim 0811 Tuban

seputartuban.com – Minggu (3/1/2016) jajaran Kodim 0811 Tuban melakukan konsolidasi untuk meningkatkan hasil swasembada pangan 2016. Pertemuan itu dihadiri Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Kepala Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP).

Acara itu dihadiri Staf Kodim, Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 0811 Tuban. Serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk dialog itu bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan progam ketahanan pangan 2016.

Dandim 0811 Tuban, Rahyanto Edy Yunianto mengatakan kegiatan itu dilaksanakan atas petunjuk dari Dirjen PSP Pertanian. Untuk melaksanakan konsoliadasi. “Harapannya lebih meningkatkan program pertahanan pangan,” ungkapnya.

Selain itu Dandim juga menghimbau para Danramil dan Babinsa untuk melaks pendampingan Ketahanan Pangan secara serius. Agar pelaksanakan program pemerintah swasembada pangan dapat diwujudkan sesuai target.

Kepala STPP, Siti Munifah mengucapkan terima kasih atas kinerja Kodim 0811 Tuban dan jajaran. “Terima kasih karena ini merupakan awal dari melanjutkan Program Swasembada Pangan di Tahun 2016,” ungkapnya.

yang saat ini menjadi permasalahan diwilayah Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro masih satu Divre Bulog di Bojonegoro, ini menjadi keterbatasan. Tetapi diharapkan tidak menjadi penyebab turunya semangat. Harapannya dengan sinergi antar intansi terkait dapat meningkatkan kinerja. Supaya bisa mencapai target yg maksimal. Sehingga nantinya akan diberi penghargaan bagi Kodim berprestasi, Danramil berprestasi dan Babinsa berprestasi.

Sementara itu dalam tanya jawab, Seda Suwandi, anggota Ramil Senori menyampaikan bahwa Bulog di Tuban hingga saat ini belum maksimal menampung hasil pertanian petani. Karena persyarakat susah dipenuhi. Sehingga banyak hasil pertanian yang dibeli tengkulak.

Sementara itu, Serka Suwarno, anggota Ramil Merakurak menyampaikan masih adanya kendala irigasi pertanian. Serta masih kurangnya pengaturan, sehingga saat musim hujan serig terjadi banjir dan genangan air.

Kepala STPP menanggapi keluhan Bulog, bahwa hal ittu bukan kewenangan Kementerian Pertanian (Kementan). Namun keluhan prajurit Kodim itu akan disampaikan kepada pihak yang berwenang. Sedangkan menanggapi keluhan irigasi, Munifah mengaku Kementan sudah memberikan anggaran untuk itu. Sehingga akan disampaikan temuan lapangan itu dan cek program yang sudah ada. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author