Published On: Sab, Jun 2nd, 2018

Konsisten Scooteris Berburu Mushola Saat Ramadan

seputartuban.com, BANGILAN – Jangan Melihat Buku Dari Sampulnya, mungkin begitulah ungkapan yang tepat untuk menilai kegiatan para pecinta vespa atau anak vespa yang biasa dikenal Scooterist di kawasan Kecamatan Bangilan. Mereka secara rutin sudah beberapa tahun tiap Ramadan berburu mushola untuk diremajakan dengan di cat sesuai permintaan jamaah mushola.

BAHU MEMBAHU : Anggota Basindt saat mengeat mushola bagian dalam

Brotherscoot Independent (Basindt) atau Scooteris Bangilan, Jumat (1/6/2018) bertepatan hari lahirnya Pancasila, memulai perburuan mushola di Ramadan ini. Usai sholat Jumat, mereka memulai meremajakan cat mushola Al Mubarok di Dusun Banjarwaru, Desa Banjarworo, Kecamatan Bangilan.

Mushola berukuran 6 meter X 8 meter itu dikerjakan sejak siang hari. Bahkan tetap diselesaikan hingga lewat tengah malam. “Warna catnya kita sesuaikan permintaan jamaahnya. Harus kita selesaikan sampai selesai walaupun sampai tengah malam. Karena paginya dipakai masyarakat sholat dan kita ada 1 target mushola lagi,” kata Ketua Basindt, Abdul Qodir.

KOMPAK : Anggota Basindt sibuk mengecat nampak solidairtasnya tinggi

Basindt yang juga anggota club wilayah Scooteris Ronggolawe Bersatu (Scrob) juga menargetkan mushola At Taubah, di Dusun Kranglo, Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan untuk diremajakan hari berikutnya. “Seluruh dana cat dan tenaga dari para scooterist. Ini program tahunan yang sudah rutin kita lakukan. Apalagi ini kita awali bertepan dengan lahirnya Pancasila, sebagai wujud pengamalannya ya seperti ini,” imbuh Ketua Basindt yang juga Bendahara SCROB itu.

TETAP SEMANGAT : Meski lewat tengah malam, pengerjaan pengecatan mushola tetap diselesaikan

Tujuan dilakukan berburu mushola itu sebagai wujud pengabdian kepedulian dan penyaluran jiwa sosial tinggi dari para scooterist. “Ini lebih manfaat dalam jangka panjang dipakai ibadah lebih nyaman, apalagi ini Ramadan. Ini juga upaya peduli rumah ibadah yang penting bagi masyarakat perlu digalakkan,” ungkapnya.

Para scooterits itu juga berharap gerakan berburu mushola, bagi takjil dan sejumlah program sosial lainnya yang dilakukan dalam dan luar Ramadan mampu lebih lama dijalankan. Karena semuanya murni hasil swadaya seluruh komponen organisasinya.

Kondisi mushola sebelum dan sesudah dicat

“Kita hanya menjalankan kepedulian dari kami yang secara adat scooterist memiliki kepedulian itu.  Semoga ini dapat menyebar ke scooterist lainnya di mana saja dan masyarakat. Ini wujud nyata para scooterist sebenarnya,” pungkasnya. (NAL)

Facebook Comments

About the Author