Published On: Ming, Jun 1st, 2014

Komunitas Motocross Luput Dari Pembinaan

Share This
Tags

KEREK

BERANI : Crosser anak-anak Desa Wolutengah tidak kalah beraninya dengan crosser dewasa

BERANI : Crosser anak-anak Desa Wolutengah tidak kalah beraninya dengan crosser dewasa

seputartuban.com – Olahraga Motocross yang yang ditekuni komunitas warga Desa Wolutengah,Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban hingga saat ini belum mendapat perhatian yang memadahi oleh para pihak. Melalui olahraga ini sebenarnya dapat mengurangi balapan liar, maupun perbuatan negatif lainya.

Komunitas Motocross di desa ini dengan fasilitas track offroad lapangan desa setempat yang disulap menjadi lokasi latihan mereka sejak setahun terakhir. Dengan modivikasi dan biaya sendiri, para pemuda dan anak-anak beradu cepat tiap sore hari.

Awalnya, aktivitas baru ini dilakukan Samuji (35), warga desa setempat. Dia sering mengikuti latihan dikawasan Sluki, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Kemudian berkembang hingga anak-anak membuat komunitas motocross di Desa Wolutengah dan dia selaku pembinanya.

“Kegiatan ini untuk mengembangkan bakat para pemuda yang suka balap motor, sebab kalau dijalan raya bisa mengganggu masyarakat dan membahayakan dirinya dan orang lain. Kegiatan ini sudah kita lakukan selama satu tahun, mereka membiayai kendaraan dan perlengkapan lainnya dengan uangnya sendiri,” kata Samuji.

BERNYALI : Crosser Wolutengah saat latihan dilapangan desa setempat

BERNYALI : Crosser Wolutengah saat latihan dilapangan desa setempat

Sala satu crosser anak-anak adalah, Krisna Rifaldi (11), siswa kelas V SD. Dia mengikuti latihan sejak kelas IV SD dan berharap menjadi crosser nasional. Meski usianya masih belia, namun dia tidak kalah garangnya dengan orang dewasa saat memacu sepeda motor trailnya di medan offroad.

“Cita-cita saya ingin menjadi pembalap cross nasional, setiap sore saya selalu mengikuti latihan dan orang tua saya sangat mendukung kegiatan yang saya lakukan,” ungkap Krisna.

Terpisah, Kepala Desa Wolutengah, Rasdan saat diwawancarai, Sabtu (31/5/2014) mengatakan, pemerintah desa sangat mendukung kegiatan para pemuda ini. Karena bisa menyalurkan bakatnya dan berkeinginan untuk menjadi pembalap yang professional.

Namun pihak desa tidak berbuat banyak, hanya dapat menyediakan lahan latihan seadanya. Karena desa tidak memiliki anggaran khsusus pembinaan hal ini.

“Tahun depan kita mempunyai program untuk membuatkan lapangan disebelah utara desa, sebab lapangan saat ini dekat dengan Polindes yang rencananya akan ditempati dan agar tidak mengganggu masyarakat. Tetapi nantinya lapangan itu yang sekedarnya saja, sebab hingga saat ini belum ada yang mau membantu, baik pemerintah daerah maupun perusahaan yang ada,” keluh Kades.

Kades berharap perhatian dari pemerintah daerah agar para generasi muda yang mempunyai bakat ini mendapat pembinaan yang memadahi. “Kita berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah maupun perusahaan untuk membantu fasilitas maupun atau pembinaan terhadap para pembalap yang ada. Sehingga mereka bisa mengikuti even yang lebih tinggi,” harap Kades. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. anton berkata:

    kepingin dolanan yo bondo dewe. ojok jagakno wong liyo

  2. joko tomo berkata:

    Yang benar tu di Sruki bancar broo..bukan sluki…!!! Tiap sabtu kita adakn latber bersama