Published On: Kam, Jul 11th, 2019

Kompak Pejabat Tuban Bahas Nasib Rakyat di Hotel Bintang Lima

seputartuban.com, TUBAN – Kamis (11/7/2019) hingga Sabtu (13/7/2019) Pemerintahan Kabupaten Tuban akan membahas nasib rakyat di Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Salah satu hotel berbintang 5 yang berada di Kota Gudek itu.

Surat nomor : 005/3876/414.011/2019 perilah undangan ditujukan kepada Sekretaris Daerah, Asisten, Inspektur, Staf Ahli, Kepala OPD, dan Pimpinan BUMD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban. Mereka akan membahas Rancangan KUPA dan PPAS Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) tahun anggaran (TA) 2019.

Dalam agenda kegiatan yang tertuang dalam undangan tersebut, rapat dilakukan bersama Pansus, Komisi-komisi. Bahkan rapat Paripurna DPRD Tuban dilakukan di hotel tersebut. Sehingga kegiatan ini kompak dilakukan antara eksekutif dan legislatif.

Menanggapi kondisi ini, Staf FITRA Jatim, Habib Mustofa, Rabu (10/7/2019) mengkritisi sikap para punggawa Tuban yang memilih keluar kota dan di hotel mewah untuk membahas nasib rakyatnya. Menurutnya ini pemborosan anggaran, karena selain pembiayaan kegiatan, anggaran juga dikeluarkan masih-masih OPD untuk membiayai pejabatnya termasuk para anggota dewan dan staf. Jika ditotal seluruhnya tidak sedikit.

“Mestinya pemerintah kabupaten bisa memanfaatkan gedung dewan dalam pembahasan. Kalau hanya ingin tidur di hotel, saya kira di Tuban jug ada hotel. Tapi itu bukan substansinya, kalau rapatnya di Jogja justru terlihat kurang efektif dan efesien serta terlihat pemborosan anggaran,” kecamnya.

Hotel Melia Purosani Yogyakarta, foto dari website travel online

Dia khawatir pola rapat seperti ini akan menjadi kebiasaan dan dampaknya tidak baik. “Rapat di Tuban lebih efektif dan efesien. Kalau model seperti ini ya bisa jadi tahun depannya setiap pembahasan akan menempati luar kota lebih-lebih hotel berbintang 5. Semakin jauh semakin besar pemborosan anggarannya,” tegasnya.

Aktivis mahasiswa di Jatim itu juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga kurang etis. “Secara etika ya kurang etik kalai dalam pembahasan untuk daerah dibahas diluar daerah bahkan luar provinsi.  Justru terkesan seperti memanfaatkan untuk berwisata dan terkesan membuang-buang anggaran hanya untuk rapat. Sedangkan pemanfaatan lokasi untuk pembahasan rapat juga masih banyak yang bisa digunakan serta representatif,” jelasnya.

Senada diungkapkan Ketua DPD NasDem Tuban, Sumantri, dia secara umum tidak menyalahkan sepanjang kegiatan ini tidak melanggar ketentuan perundangan. Namun lebih menyoroti soal etika. “Sepanjang regulasi/aturan tidak melarang ya sah-sah saja. Cuma paripurna etikanya di gedung dewan. Serta adanya pemborosan,” ungkapnya.

Berbeda disampaikan Ketua DPD Gerindra Tuban, Tri Astuti, dia mengisyaratkan tidak mempersoalkannya. Ketua DPD Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Tuban ini hanya menegaskan bahwa seluruh anggota Fraksi Gerindra agar kerja keras dalam pembahasannya. “Harapan saya dalam pembahasan tentang KUPA-PPAS Perubahan 2019, KUPA-PPAS tahun 2020, APBD Perubahan 2019 yang rencanannya dilaksanakan diluar, maka tentunya besar harapan kami khususnya kepada anggota Fraksi Gerindra untuk lebih serius dalam mencermati dan serius didalam pembahasan nanti,” jawabnya.

Terpisah Kabag Humas Pemkab Tuban, Rohman Ubaid saat ditanya total biaya dan alasan pemilihan lokasi tidak dijawab dengan jelas. Namun dia mengisyaratkan atas permintaan dewan “Dalam rangka pembahasan KUPA-PPAS yang diajukan Pemkab/Eksekutif, DPRD mengundang Eksekutif/TPAPD untuk pembahasannya, yang jadwalnya tentu disesuaikan dengan agenda DPRD,” ungkapnya.

Diketahui, dari sejumlah sumber menjelaskan Hotel Melia Purosani Terletak di samping Malioboro Shopping Centre, di jantung kota Yogyakarta. Hotel Melia berbintang 5 ini memiliki spa dan kolam renang luar ruangan. Kamar-kamarnya yang luas menyediakan TV kabel. Tempat parkir gratis ditawarkan di lokasinya, sedangkan Wi-Fi gratis dapat diakses di seluruh areanya.

Melia Purosani Hotel Yogyakarta berjarak 900 meter dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan 9 km dari Bandara Adisucipto. Candi Borobudur yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO berjarak 42 km.

Setiap kamar menyediakan minibar dan fasilitas untuk membuat teh/kopi. Beberapa kamar memiliki balkon dengan pemandangam taman, kota, atau kolam renang. Setiap kamar juga menawarkan sofa dan kamar mandi en suite dengan bathtub.

Anda dapat berolahraga dengan penuh semangat di pusat kebugaran, kemudian bersantai di spa Yhi Wellness yang menyediakan perawatan tubuh. Taman bermain anak-anak tersedia untuk tamu anak-anak. Lima pilihan tempat bersantap yang mewah menanti Anda di hotel ini. Makanan ringan dapat dinikmati di restoran terbuka Parangsari Poolside Restaurant. Sementara Ching San Chinese Restaurant mengkhususkan diri dalam masakan Kanton dan Szechuan. Aneka minuman dapat dinikmati di Soka Lobby Lounge dan Pub Med.

Hotel ini memiliki jarak tidak terlalu jauh dari sejumlah tempat menarik di Yogyakarta. Pasar Bringharjo berjarak 200 meter. Benteng Vredeburg berjarak 300 m. Taman Pintar Yogyakarta berjarak 350 m. Kraton berjarak 350 meter. Istana Yogyakarta berjarak 600 meter. Kemudian dengan Mal Malioboro berjarak 600 meter. Sedangkan dengan Museum Sonobudoyo berjarak 750 m. Dengan Yogyakarta Tugu Train Station berharak 1,1 km, dengan Monumen Tugu berjarak 1,7 km dan dengan Candi Prambanan berjarak 14 km. Begitulah menariknya lokasi kegiatan punggawa tuban dengan fasilitas lengkap dan dikelilingi lokasi yang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain itu dalam waktu yang sama Tuban tengah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porpro) VI. (CIPNAL)

Update : Gara-Gara Rapat Di Hotel Bintang Lima, PMII Tuban Luruk Gedung Dewan

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos