Published On: Rab, Jul 15th, 2015

Kompak Dua Komandan Motivasi Santri TPQ

Share This
Tags

MONTONG

seputartuban.com – Banyak cara untuk memberikan motivasi kepada para santri agar tetap semangat mengenyam pendidikan agama. Seperti yang dilakukan Kapolsek dan Danramil Montong, Selasa (14/07/2015) petang, di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Keduanya buka bersama dengan para santri dan wali santri, di TPQ Kholifatul Hakim.

AYO NGAJI : Kehadiran Danramil dan Kapolsek Montong santri menjadi semangat luar biasa untuk para santri untuk mengaji

AYO NGAJI : Kehadiran Danramil dan Kapolsek Montong santri menjadi semangat luar biasa untuk para santri untuk mengaji

Dihadapan santri dan orang tuanya, Danramil Montong, Kapten Kacuk S mengingatka pentin

gnya pendidikan agama sebagai pondasi karakter anak. Menguatkan karakter Qur’ani sejak usia dini. “Penting untuk kehidupan anak, sekarang pendidikan agama juga mendapatkan posisi yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Montong, AKP Sidik Hari Bowo, menjelaskan peran orang tua untuk mendoroang anaknya agar tetap semangat menimba ilmu agama. “Kita sebagai orang tua harus terus mengarahkan dan mendorong anak-anak,” ungkapnya.

MOTIVASI : Kapolsek dan Danramil Montong bersama pengasuh saat acara berlangsung

MOTIVASI : Kapolsek dan Danramil Montong bersama pengasuh saat acara berlangsung

Pengasuh lembaga pendidikan yang didirikan sejak 1994 itu, Abdul Muchit mengungkapkan acara do’a bersama dan buka bersama ini bagian dari proses pendidikan. Dengan dihadiri unsur Muspika Montong akan mampu membangkitkan semangat bagi anak dan orang tuanya. “Kepedulian ini sangat besar harganya bagi pendidikan kita, akan jadi cambuk bagi anak dan wali santri,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, pengasuh juga menyampaikan rehab total gedung TPQ yang diterjang banjir bandang 2 kali itu. Atas swadaya masyarakat proses pembangunan gedung sudah mencapai 70 persen. “Ngaji disini gratis, dan gurunya tidak digaji. Juga tidak kita ajukan ke daerah baik honor ustadzahnya maupun pembangunan gedung,” katanya.

Untuk menjadi guru ngaji diperlukan ke ikhlasan mengabdi kepada agama. Jika diajukan untuk honor guru, dikhawatirkan akan mengurangi ke ikhlasan ustadzah dalam mengajar. “Kalau dapat honor dari daerah, saya khawatir saat akan pencairan selalu berharap uang. Nah itu tidak baik untuk menata niat kita, gara-gara uang sedikit saja malah merusak niat ibadah kita,” tegasnya.

Acara ditutup dengan buka bersama Kapolsek dan Danramil Montong bersama pengasuh, wali santri dan santri. MUHAIMAIN

Facebook Comments

About the Author