Published On: Rab, Jun 8th, 2016

Komisi C Sebut Peran Disdikpora Setengah Hati

TUBAN

seputartuban.com – Pemkab Tuban hingga saat ini belum memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang khusus mendidik tentang ilmu perminyakan, berbuah kritikan dari kalangan dewan. Karena dianggap belum menyiapkan sejak dini kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan internasional yang akan beroperasi di Tuban.

Komisi C DPRD Tuban Edy Siswanto

Komisi C DPRD Tuban Edy Susanto

Tidak siapnya sistem pendidikan di Tuban ini dikhawatirkan berdampak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan banyak yang tidak siap bekerja di kilang minyak yang akan beroperasi di Tuban dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah. Jika tidak disiapkan sejak saat ini, putra daerah hanya mampu menjadi penonton pasca perusahaan Gras Root Revinery (GRR) asal Rusia yang bekerjasama dengan PT.Pertamina (persero) mulai melaksanakan aktifitasnya pada tahun 2018.

“Sangat menjadi dilema ketika kita mendorong berdirinya dunia industri, namun kita mengabaikan tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Ini selalu menjadi kendala setiap tahunya dan sama sekali belum membantu memangkas angka pengangguran,” ungkap anggota Komisi C DPRD Tuban,  Edy Susanto, Selasa (7/6/2016)

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban seharusnya sudah menyiapkan sistem pendidikan yang mencetak SDM sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan. Sehingga putra daerah tidak cenderung pergi keluar daerah untuk mengadu nasib, sedangkan di wilayah sendiri berdiri perusahaan besar.

“Disdikpora Tuban, mereka seharusnya mempersiapkan sekolah khususnya SMK yang membidangi dan memiliki spesifikasi materi serta jurusan yang dibutuhkan perusahaan di Tuban. Sehingga kedepanya sumberdaya manusia lokal tidak hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri,” lanjutnya.

Menurut pengamatanya, saat ini dari berbagai perusahaan besar yang ada di Kabupaten Tuban belum cukup mampu untuk menuntaskan pengangguran. Lantaran masyarakat tidak memiliki kemampuan pada bidang yang dibutuhkan perusahaan.

Kepala Bidang SMP/SMA Disdikpora Pemkab Tuban, Nurkhamid saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada sekolah yang memiliki jurusan perminyakan. “Memang saat ini kita belum memiliki baik sarana maupun prasarananya,” katanya.

Kendala yang dialami Disdikpora Kabupaten Tuban saat ini diantaranya ialah masih kesulitan untuk menemukan tenaga pendidik yang berkompeten dalam bidang tersebut. Dibutuhkan pendidik yang benar-benar mumpuni dalam hal perminyakan, sehingga lulusan yang dicetak benar-benar siap diterjunkan dalam bidang yang dibutuhkan.

Langkah yang akan ditempuh dalam hal menyiapkan masyarakat Tuban jelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), akan menambahkan materi bahasa asing selain Bahasa Inggris. Juga akan berkomunikasi dengan berbagai sektor, diantaranya melibatkan DPRD Kabupaten Tuban. Serta seluruh perusahaan yang akan berdiri di Tuban sebagai dukungan menyiapkan putera daerah memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

Diketahui, Kabupaten Tuban saat ini tengah menjadi perbincangan publik, karena pada wilayah Kecamatan Jenu akan dibangun minyak berkapasitas 300.000 barel per hari. Melalui perusahaan internasional tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung perdagangan minyak regional ke luar negeri. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author