Published On: Rab, Nov 9th, 2016

Komisi B Sebut Pengelolaan Wisata Bektiharjo Amburadul

TUBAN

seputartuban.com – Komisi B DPRD Tuban menganggap pengelolaan tempat wisata pemandian Bektiharjo masih bamburadul. Selain terbongkarnya praktek “sulap” tiket masuk, juga terdapat pengunjung yang meninggal dunia di lokasi tersebut, sabtu (5/11/2016) kemarin.

RASMANI: Ini suatu bukti nyata lemahnya pembinaan terhadap poktan dari pemerintah daerah.

RASMANI

Wakil Ketua Komisi B DPRD Tuban, Rasmani mengatakan bahwa dengan kejadian tersebut membuktikan pengelolaan tempat wisata itu perlu ada perbaikan. Sebab dalam pengelolaan wisata keselamatan dan kenyamanan pengunjung harus diutamakan. “Kejadian ini menjawab bahwa amburadulnya pengelolaan tempat wisata itu, Pemkab harus turun tangan,” kata Rasmani, Senin (7/11/2016).

Ia menambahkan bahwa bila memang pengelola tidak siap, maka Pemkab bisa segera mengambil tindakan. Jika memang perlu dipihak ketiga-kan agar pengelolaannya lebih baik dan pendapatan Pemkab bertambah. “Jika tidak mampu lebih baik dipihak ketiga-kan,” harap politis Nasdem tersebut.

Selain itu, Komisi B secepatnya akan melakukan sidak ke tempat wisata itu. Hasilnya akan dipakai memberikan masukkan kepada Pemkab untuk melakukan perbaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Farid Achmadi mengatakan bahwa korban saat masuk ke lokasi wisata belum buka. Korban berenang di kolam kecil yang kedalamannya hanya 1,5 meter. “Saat korban masuk ke lokasi wisata kondisinya belum buka,” jelasnya.

Menurutnya dilokasi tersebut juga sudah ada petugas SAR dan petugas keamanan yang jaga 24 jam. Namun, untuk pintu utama tidak pernah dikunci, karena permintaan warga. Sebab untuk mandi dan mencuci warga melakukan ditempat wisata tersebut. “Sejak dulu pintu utama tidak pernah ditutup, karena sudah menjadi permintaan warga,” sambungnya.

Dengan kejadian tersebut, Farid akan melakukan penataan ulang lokasi wisata itu dengan memberi pintu masuk dan hanya dibuka saat jam buka. Selain itu juga akan melakukan evaluasi dari kinerja para petugas yang ada di tempat wisata itu. “Akan kita laporkan ke Sekda dengan adanya kejadian ini,” jelasnya.

Diketahui, pada haru Sabtu (5/11/2016) seorang pengunjung, Nastain (50), warga Kelurahan Margodadi, gang 3 nomor 49 Surabaya, meninggal dunia setelah melompat dan kepalanya terbentuk dasar kolam.

Kematiannya disebabkan karena tempurung kepala korban pecah setelah terbentur batu didasar kolam. Sebelum meninggal, korban melompat dengan posisi kepala dibawah pada kolam yang dangkal. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author