Published On: Kam, Jun 25th, 2015

Komisi B Sebut Pemkab Tuban “Abaikan” Poktan

Share This
Tags
RASMANI: Ini suatu bukti nyata lemahnya pembinaan terhadap poktan dari pemerintah daerah.

RASMANI: Ini suatu bukti nyata lemahnya pembinaan terhadap poktan dari pemerintah daerah.

seputartuban.com – Gonjang-ganjing maraknya dugaan komersialisasi bantaun alat pertanian dari Pemkab Tuban langsung kepada sejumlah kelompok tani (poktan), menurut Komisi DPRD Tuban tak lepas dari lemahnya fungsi pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah.

“Ini suatu bukti nyata lemahnya pembinaan terhadap poktan dari pemerintah daerah,”tegas anggota Komisi B DPRD Tuban, Rasmani, saat dihubungi seputartuban.com terkait heboh bantuan alat pertanian seperti traktor tangan dan mesin pompa air yang diduga diselewengkan, Kamis (25/06/2015) siang.

Menurut politisi Partai Nasdem ini, akibat lemahnya pengawasan tersebut benyebabkan bantuan alat pertanian tidak tepat sasaran atau diduga hanya dimanfaatkan oleh ketua kelompoknya saja. Selain itu, juga kurangnya sosialisasi sehingga masyarakat tidak mengerti keperuntukan dan cara pengelolaan dari bantuan tersebut.

“Perlu adanya pembinaan terhadap kelompok tani dari Pemkab Tuban melalui instansi terkait, agar bantuan alat pertanian yang diberikan benar-benar dapat berguna bagi petani,” kata dia.

Selain itu, tandas Rasmani, perlu adanya ketegasan terhadap poktan yang menyalahgunakan bantuan tersebut agar ada efek jera.

“Karena ada sinyalemen rata-rata bantuan alat pertanian yang telah diberikan oleh pemerintah itu hanya dimanfaatkan oleh perorangan. Bahkan ada dugaan dikomersilkan,” tutur Rasmani sembari memaparkan akan melakukan sigi lapangan terkait silang sengkarut bantuan alat pertanian tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Hery Prasetyo, mengatakan bantuan itu keperuntukkannya bagi para petani, bukan untuk ketua kelompok saja. Anggota kelompok juga mempunyai tanggungjawab untuk mengawasi dan melaporkan bila bantuan itu di salah gunakan.

“Anggota kelompok harus ikut serta mengawasi dan harus berani melaporkan bila hanya dimanfaatkan perorangan,” jelas Hery ditemui terpisah.

Dia mengimbuhkan, kepala desa juga harus ikut melakukan pembinaan terhadap kelompok yang ada di desanya karena itu juga menjadi tanggung jawabnya. Dinas tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan intervensi terhadap kelompok. Sebab setelah bantuan itu diberikan kepada kelompok maka mereka yang mempunyai kewenangan.

“Kita sudah perintahkan UPTD untuk melakukan pengawasan, anggota harus lebih aktif,” katanya.

Kepala Desa Tak Pernah Dilibatkan

Kasus itu sendiri mencuat setelah sebelumnya para kades di Kabupaten Tuban keberatan terkait kebijakan pemkab setempat yang langsung memberikan bantuan alat pertanian berupa hand tractor (traktor tangan) poktan.

Kebijakan tersebut dinilai dapat melemahkan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan yang diikhtiarkan untuk kesejahteraan petani.

Kepala Desa Sawahan, Sunarto, mengatakan bantuan alat pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Tuban untuk menunjang aktifitas pertanian rawan disimpangkan, lantaran kades dilibatkan secara langsung.

“Kami rasa bantuan tersebut tidak menutup kemungkinan rawan dilewengkan. Ini langsung diberikan ke poktan dan tidak sepengetahuan kades,” ungkap Sunarto melalui ponselnya, Senin (22/06/2015) pagi.

Menurut dia, bantuan alat penunjang pertanian seperti traktor tangan dan mesin pompa air yang disalurkan langsung ke masing masing poktan, pada tingkat pelaksanaannya petani yang akan menggunakan jasa tersebut ditarik uang sewa.

“Menurut pantauan kami, kesepakatan uang sewa alat baik traktor maupun mesin pompa air tanpa melibatkan warga untuk berembuk,” tandas kades yang berumah di Dusun Logawe ini.

Sunarto menjelaskan, selain pada wilayah pembiayaan indikasi penyelewengan lainnya juga sangat berpotensi dipindahtangankan. Baik dengan sistem sewa maupun dijual langsung.“Mengontrolnya sangat sulit. Karena kami selaku kades tidak pernah dilibatkan sama sekali dalam proses penerimaannya,” katanya. MUHLISHIN, ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author