Published On: Sab, Jun 25th, 2016

Komisi B; Pemkab Harus Tingkatkan Pengawasan Pengelolaan Parkir

TUBAN

seputartuban.com – Komisi B DPRD Tuban meminta agar pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan parkir. Pasalnya, dalam pengelolaan parkir masih terkesan semerawut dan tidak jelas. Padahal parkir merupakan sumber pendapatan daerah, bila tidak dikelola dengan baik maka dapat menyebabkan kerugian daerah.

Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo

Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo

Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo mengatakan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemkab harus mengelola potensi pendapatan dengan baik dan benar. Seperti halnya pengelolaan parkir yang merupakan potensi pendapatan daerah. “Pengawasan pengelolaan parkir masih belum maksimal dan perlu ditingkatkan,” kata Karjo, Jumat (24/6/2016).

Sebab saat ini PAD Tuban dari pajak pertambangan sudah berkurang, karena perijinan tambang ditangani oleh Provinsi. Sehingga perlu adanya inovasi untuk meningkatkan PAD Tuban dan banyak sektor yang perlu ditingkatkan. Penggunaan parkir elektronik yang dapat mengurangi kebocoran pendapatan, di RSUD Dr. Koesma Tuban setelah dipakai parkir elektronik mengalami peningkatan. Hal itu bisa diterapkan ditempat-tempat lain atau parkir umum yang kelola oleh Pemkab. “Tiap kali rapat kerja sudah kita usulkan dan saat ini yang sudah ada di pasar baru Tuban, namun kabarnya belum dimanfaatkan,” jelas Karjo.

Karjo menegaskan belum dimanfaatkannya parkir elektronik di Pasar Baru itu memperkuat dugaan adanya indikasi kebocoran yang dilakukan oleh oknum. Bila mereka beralasan masih kurangnya inflastruktur yang ada itu hanya alasan dan tidak logis. “Kita akan segera panggil dan perintah Bupati sudah jelas. Kita juga akan tingkatkan pengawasan agar PAD Tuban terus meningkat,” tegas Karjo.

Diketahui, di Tuban dalam pengelolaan parkir tidak dilakukan oleh satu instansi, tetapi beberapa instansi, sehingga perlu pengawasan dan mekanisme pengelolaan yang baik. Seperti hal parkir ditepi-tepi jalan, terutama jalan protokol perlu adanya solusi agar tidak menyebabkan kemacetan. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author