Published On: Ming, Mei 15th, 2016

Komisi B DPRD Tuban Sebut Pengelolaan Rest Area Kurang Maksimal

TUBAN

seputartuban.com – Komisi B DPRD Tuban menganggap bahwa pengelolaan rest area kurang maksimal. Hal itu terbukti dengan beberapa indikator yang dinilai anggota dewan.

KOMPAK : Fathul Huda dan Karjo saat acara deklarasi

Ketua Komisi B, Karjo bersama Bupati Tuban, Fathul Huda dalam sebuah kesempatan

Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo mengatakan pengelolaan rest area masih belum sesuai dengan harapan dan tujuan awal dari pembangunanya tersebut. Terbukti hingga saat ini pengunjung dari luar daerah masih sangat rendah, padahal tujuannya sebagai pusat oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung di Tuban. “Pengelolaan rest area masih belum sesuai dengan harapan kita, perlu adanya peningkatan dalam pengelolaannya,” kata Karjo, Jumat (13/5/2016).

Ia menambahkan bahwa seharusnya tempat tersebut sebagai pusat promosi wisata yang ada di Tuban. Serta produk-produk unggulan yang dimiliki Tuban. Serta perlua adanya produk kuliner paten khas Tuban, sehingga bisa menjadi karakter atau ciri khas daerah. “Bila daerah-daerah lain sudah memiliki produk kuliner khas, tetapi di Tuban masih belum memiliki itu,” keluhnya.

Diharapkan rest area yang secara tempat sangat strategis harus benar-benar dikelola dengan baik. Sehingga dapat meningkat ekonomi masyarakat dan juga pendapatan daerah.

Sementara itu, Kepala Disperpar Tuban, Farid Achmadi mengatakan bahwa produk-produk dari UKM yang ada sudah dimasukkan ke dum yang ada dan sudah berjalan. Dia mengaku masih perlu adanya peningkatan dan perlu ada acara sebagai ajang promosi. “Sudah berjalan dan akan kita tambah event di rest area itu sebagai bentuk promosi kita,” kata Farid Achmadi.

Farid menambahkan rest area akan dibuat menjadi paket wisata. Sehingga tempat-tempat wisata yang ada bisa lebih dikenal baik wisatawan lokal maupun luar daerah. Upaya awal yang akan dilakukan dengan menyebarkan brosur ditempat wisata.

Disperpar terus melakukan pembinaan dan juga evaluasi terhadap pedagang yang ada direst area. Sehingga mereka bisa mempertahankan kualitas produknya dan juga peningkatan pelayanan, sehingga pengunjung merasa nyaman. “Kita lakukan pembinaan dan evaluasi setiap 1 bulan sekali,” ujarnya.

Diketahui, di rest area itu ada sebanyak 24 kios yang saat ini dipakai oleh para pedagang. Mereka diberi waktu kontrak hanya 6 bulan dengan biaya sebesar Rp 1 juta. MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos