Published On: Rab, Apr 26th, 2017

Kok Bisa, Sejumlah MI Tidak Dapat Bosda

seputartuban.com, TUBAN – Sejumlah lembaga Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Tuban tidak masuk dalam daftar penerima Bantuan Operasional Daerah (Bosda) dari Pemkab Tuban. Sejumlah kejanggalan dirasakan sejumlah kepala madrasah. Disisi lain bahwa Bupati Tuban yang kental dengan keagamaan, menjadi aneh jika sejumlah MI tidak menerima Bosda.

Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Montong, sekitar 3 lembaga MI tidak masuk daftar penerima Biasa yang beredar di kalangan kepala MI. “Kok bisa tahun kemarin lembaga kami dapat Bosda, sedangkan tahun ini tidak dapat. Padahal ada lembaga baru malah dapat Bosda, ini aneh,” jelas salah satu Kepala MI.
Sejumlah lembaga MI tersebut tidak masuk dalam daftar DPA Dana Bos Kepada Sekolah Swasta tahun 2017. “Bukan soal nominalnya atau dapat uangnya, namun kok bisa seperti ini. Keduanya juga tidak baik, kenapa madrasah kami sampai tidak dapat Bosda. Akan muncul anggapan yang tidak-tidak,” imbuhnya.

Dimungkinkan kondisi serupa juga tidak hanya terjadi di kawasan Kecamatan Montong. Namun juga terjadi di wilayah lainya. Karena dikalangan Kepala Madrasah, hal ini menjadi perbincangan hangat.

Kabar ini nampaknya sudah sampai ke Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Witono. Pihaknya sudah melakukan inventarisasi informasi lapangan untuk ditindaklanjuti. Diantaranya akan melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Kita akan undang Koordinator Kepala Madrasah (KKMI) untuk koordinasi. Kita akan mencari tahu sampai seperti ini. Kita prinsipnya akan mengupayakan yang terbaik,” katanya, Selasa (26/4/207).

Karena pengusulannya pada 2016, maka butuh proses untuk mengetahui detail tahapan hingga akhirnya data calon penerima hibah itu muncul. Tetap akan diperhatikan aspek perundangan jika akan memasukkan data penerima Bosda susulan. “Kita berupaya agar madrasah juga tidak dirugikan dan tidak melanggar aturan,” imbuhnya.

Belum dapat dipastikan sampai kapan persoalan ini akan diselesaikan sebagai jaminan pelayanan pendidikan kepada sejumlah madrasah tersebut. Namun akan diupayakan secepatnya menggali informasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait. “Sudah saya laporkan ke bapak kepala dinas terkait hal ini,” pungkasnya. Nal

Facebook Comments

About the Author