Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Kinerja Pemkab Tuban Menurun, Sisakan Anggaran Rp. 294 Miliar

TUBAN

ilustrasi uang

ilustrasi uang

seputartuban.com – Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 Kabupaten Tuban yang tidak dapat diserap mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Tahun anggaran 2015 sebanyak Rp. 294.018.836.475, sedangkan pada APBD 2014 kurang lebih Rp. 210 miliar.

Dana yang tidak terserap pada 2015 terdiri dari pelampauan pendapatan sebesar Rp 29.900.073.374, sisa belanja sebesar Rp 259.096.411.489. Yang paling dominan adalah dari belanja tunjangan profesi guru di Disdikpora sebesar Rp 126.243.070.341.

Anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko mengatakan dengan meningkatkan sisa lebih pembiyaan anggaran (SILPA) 2015 membuktikan bahwa kinerja dari SKPD selaku pengguna anggaran kurang maksimal. Selain itu juga disebabkan karena perencanaan yang dibuat tidak melihat dengan kondisi lapangan, sehingga anggaran yang sudah direncanakan tidak terserap.

“Silpa anggaran 2015 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, Ini harus menjadi bahan evaluasi di seluruh SKPD agar ditahun anggaran 2016 tidak terulang lagi,” jelas Cancoko, Rabu (10/2/2016).

Cancoko menambahkan, seharusnya SKPD harus cermat disaat melakukan penganggaran. Agar program yang telah direncanakan dapat terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh sehingga anggaran yang ada bisa terserap secara maksimal. “Kedepan kita akan evaluasi lebih cepat, tiap 2 bulan sekali sehingga bisa dilakukan deteksi terhadap penyerapan anggaran di masing-masing SKPD,” ujarnya.

Selain itu, politisi asal Demokrat tersebut mengharapkan Bupati bertindak tegas dengan memberikan reward and punishment terhadap kinerja SKPD. Sehingga kinerja dari SKPD bisa lebih maksimal dan anggaran yang sudah direncanakan terserap secara maksimal.

Kepala Disdikpora Tuban, Sutrisno menanggapi anggaran tunjangan profesi yang tidak terserap itu bukan Silpa. Namun karena transfer dari pusat untuk pembayaran tunjangan profesi guru lebih besar dibandingkan kebutuhannya. Sisa anggaran tersebut menurutnya akan digunakan untuk pembayaran tunjangan profesi pendidik (TPP) pada tahun 2016. “Hal itu tidak hanya Tuban saja, tetapi daerah yang lain juga sama. Itu karena kelebihan anggaran yang di transfer oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala  Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Tuban, Rini Indrawati menjelaskan bahwa Silpa tersebut karena adanya sisa dari kontrak dan penghematan serta sisa gaji. Sedangkan untuk jalan lingkar selatan (JLS) karena di tahun 2015 untuk persyaratan administrasi masih belum bisa dipenuhi, sehingga anggaran itu tidak bisa dicairkan. “Silpa anggaran 2015 akan dipergunakan membiayai kegiatan pada PAPBD 2016 nanti,” kata Rini. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Videos