Published On: Sab, Apr 2nd, 2016

Kilang Minyak Baru Senilai Rp. 165 Triliun Butuh Lahan 440 Hektar

JENU

Kabag Humas dan Media Setda Kab. Tuban, Teguh Setyobudi

Kabag Humas dan Media Setda Kab. Tuban, Teguh Setyobudi

seputartuban.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, menyambut positif recana Pemerintah Pusat mendirikan kilang minyak mentah baru di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Karena selain berdampak positif secara nasional, daerah juga sangat diuntungkan.

Kabag Humas dan Media Setda Tuban, Teguh Setyobudi, mengatakan pembangunan kilang baru tersebut bertujuan mewujudkan ketahanan energi nasional. Serta menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional. “Saat ini proyek tersebut sudah sampai pada proses peninjauan lahan operasi,” katanya kemarin.

Lokasi kilang Tuban itu berdekatan dengan kilang milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Terminal BBM Tuban milik Pertamina Region V. Lokasi itu juga berdekatan dengan Kawasan Industri Tuban (KIT). “Kecamatan Jenu menjadi lokasi strategis industri Migas. Sehingga kawasan tersebut akan menjadi kompleks kilang yang terintegrasi,” lanjutnya.

Luas lahan yang akan dipergunakan untuk kilang minyak baru tersebut seluas 440 hektar. Dengan luas lahan sekitar 360 hektar berada di sisi barat PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), di Desa Wadung, Kecamatan Jenu. 80 hektar berada di sisi timur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Desa Remen, Kecamatan Jenu.

Sebelumnya, penerbitan Peraturan Presiden mengenai pelaksaan pembangunan dan pengembangan kilang minyak di dalam negeri, yang diteken Presiden Joko Widodo, (22/12/2015). Keputusan itu menjadi dasar hukum pembangunan kilang Tuban. Pemerintah menugaskan kepada PT Pertamina (Persero) untuk menjalankanya.

Diproyeksikan kilang Tuban dapat memproduksi minyak hingga 300 ribu barel per-hari. Dengan kebutuhan biaya pembangunan mencapai Rp.165 triliun. Sekitar 30 – 40 persen sumber pendanannya dari kas Pertamina, sedang sisanya dari pinjaman. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author