Published On: Ming, Agu 26th, 2018

Kiai Mustain dan Kiai Kholil Pimpin NU Tuban Jilid II

seputartuban.com.TUBAN – Konferenci Cabang (Konfercab), Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama (PC. NU) Kabupaten Tuban yang dilaksanakan di Pendopo Kridho Manunggal Pemkab Tuban, Sabtu (25/8/2018) terlaksana dengan cepat. Meski keran demokrasi berorganisasi dibuka lebar, namun hasilnya menempatkan Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriah PC NU periode sebelumnya kembali terpilih.

DEMOKRATIS dan CEPAT : Pembukaan Konfercab NU Tuban ditandai dengan pemukulan rebana oleh sejumlah tokoh

Ketua Panitia Pelaksana, Didik Purwanto mengungkapkan, dalam agenda lima tahunan tersebut terbagi dalam beberapa agenda sidang. Yakni sidang pleno penyampaian LPJ, sidang pleno komisi-komisi dan terakhir, sidang pleno tata tertib, serta sidang pleno pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2018-2023.

“Dalam Konfercab kali ini, untuk  pemilihan Syuriah akan dilakukan melalui sistem ‘Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sedangkan pemilihan Tanfidziyah tetap oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan dan Ranting NU Se-Kabupaten Tuban,” jelasnya.

Sistem AHWA beranggotakan 5 orang ulama NU di Kabupaten Tuban yang terpilih atas usulan setiap peserta rapat pleno. 5 orang dengan suara terbanyak tersebut akan memilih Rais Syuriah untuk jabatan lima tahun mendatang.

“Adapun kriterianya adalah beraqidah Ahlussunnah wal Jamaah al Nahdliyah, wara’, zuhud, bersikap adil, berilmu (alim), integritas moral, tawadlu’, berpengaruh dan mampu memimpin,” ungkap Didik.

Sementara itu, Bupati Tuban, Fathul Huda dalam sambutan pembukaan Konfercab mengatakan saat ini pintu dan jalan pengembangan NU sudah terbuka lebar. Agar organisasi menjadi lebih mandiri. Sangat jauh berbeda dengan kondisi dibawah tahun 1997.

“Dahulu perjuangannya sangat berat, tidak seperti sekarang ini, sehingga harus bisa benar-benar dimanfaatkan seoptimal mungkin,” ungkap Bupati yang juga mantan Ketua Tanfidziah PC NU Tuban itu.

Bupati Tuban, Fathul Huda saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Konfercab

Selain itu masih menurut Bupati asal Kecamatan Montong itu, Kabupaten Tuban saat ini dipimpinan oleh orang dengan latar belakang NU. Hal-hal positif dapat diperjuangkan melalui kebijakan dalam pemerintahan. Dia mencontohkan, saat ini Tuban sudah memiliki Perda dan Perbup tentang Akhlak Mulia. Selain itu saat ini juga dengan dukungan Polisi dan TNI serta masyarakat dapat dikurangi peredaran minuman keras jenis arak. “Dengan politik, kita bisa memberantas kemungkaran di Kabupaten Tuban,” tegasnya.

Dalam Pembukaan Konfercab Nu itu dihadiri oleh  Forkopimda Tuban, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar, Masyayikh dan Kiai Sesepuh NU Tuban, Tokoh Masyarakat, Orsospol, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Tuban, PCNU Lamongan, PC NU Babat dan PC Bojonegoro. Juga hadir MWCNU dan Ranting NU se-Kabupaten Tuban.

Duet Kiai Kholil dan Kyai Mustain Pimpin PC NU Tuban

Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah tidak membutuhkan waktu lama. Karena bakal calon satu-satunya yang dipilih keseluruh pemilik hak suara Konfercab adalah K.H. Mustain Syukur. Sehina Mantan Ketua tersebut terpilih lagi untuk memimpin kedua kalinya secara aklamasi dalam sidang yang dipimpin utusan PWNU Jatim, Misbakhul Munir.

Sedangkan K.H. Kholilurrahman juga kembali terpilih menjadi Rais Syuriah melalui sistem pemilihan AHWA atau sistem formatur. Yang personilnya adalah Habib Alwi Assegaf (Kel. Kutorejo, Tuban), K.H. Abdurrahman Sholeh (Panyuran, Kec. Palang), K.H. Abdus Salam (Kec. Rengel), K.H. Sholeh Marzuki (Kec. Senori) dan K.H. Ahksan Ghozali (Ponpes Langitan). RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author

Videos