Published On: Kam, Sep 15th, 2016

Ketua PWI Jatim; Waspadai Wartawan Abal-abal

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Semakin berkembangnya dunia wartawan membuat makin banyak orang yang mengaku menjadi wartawan. Namun, mereka tidak dibekali keilmuan jurnalistik yang memadahi dan tidak paham dengan kode etik jurnalistik.

TEGAKKAN UU PERS : Ketua PWI Jatim, Drs. H. Akhmad Munir saat menjadi pembicara dalam seminar jurnalisme islam di pendopo Krido Manunggal Pemkab Tuban dalam rangka HUT PWI ke 68 dan Hari Pers Nasional 2014

Ketua PWI Jatim, Drs. H. Akhmad Munir

Ketua PWI Jawa Timur, H. Akhmad Munir mengatakan bahwa seorang wartawan harus memiliki idealisme, bekerja untuk kepentingan masyarakat. Tidak boleh mendahulukan kepentingan diluar itu dan berpedoman terhadap kaidah-kaidah dan prinsip jurnalistik. “Wartawan yang benar itu mencari berita bukan mencari yang lainnya,” katanya Rabu (14/9/2016) dalam sebuah kesempatan.

Wartawan harus menguasai materi yang akan ditulis, konten masalah harus dikuasai. Selain itu, juga harus selalu belajar, sehingga menjadi maju, profesional dan bermanfaat bagi masyarakat. “Peningkatan kompetensi itu sangat penting, terutama etika dalam menggali berita terhadap narasumber,” ujarnya.

Ketua PWI Jatim menghimbau kepada masyarakat pers bila menemui wartawan yang tidak mencari berita, namun hanya memeras demi uang,  agar tidak dihiraukan. Apabila mereka mengancam, lebih baik dilaporkan kepada Polisi. “Mereka yang meminta uang bukan mencari berita itu wartawan abal-abal, mereka itu yang merusak citra wartawan yang sesungguhnya,” harapnya.

Sehingga masyarakat harus lebih jeli dan teliti, sebab yang benar-benar wartawan itu tugasnya mencari informasi kepada narasumber dan disampaikan kepada masyarakat. Tetapi mereka yang hanya mencari masalah yang ujung-ujungnya memeras dan meminta uang itu bukan wartawan, mereka hanya mengaku-ngaku sebagai wartawan. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author