Published On: Sen, Feb 15th, 2016

Ketua PC Ansor Tuban; Makna Valentine’s Day Itu Baik

TUBAN

Ketua PC GP Ansor NU Tuban, Syafiq Syauqi

Ketua PC GP Ansor NU Tuban, Syafiq Syauqi

seputartuban.com – Terkait perayaan Valentine’s Day, Ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tuban dapat bijak memandangnya. Karena sangat rawan terjadi perusakan budaya dan agama. Meski demikian bagi yang percaya dengan hari kasih sayang tiap tanggal 14 Pebruari itu, tetap menjalaninya dengan tidak melanggar norma.

Ketua PC GP Ansor NU Tuban, Syafiq Syauqi mengatakan bahwa valentine’s day secara pemaknaan sangat baik, namun dalam prakteknya lebih mendekatkan pada kemaksiatan dan menyimpang dari syariat islam.

“Memang secara makna atau esensinya hari valentine adalah hari kasih sayang untuk sesama, dan ini memang baik, akan tetapi dalam kenyataan prateknya lebih mendekatkan diri dengan kemaksiatan maka itu yang dikhawatirkan,” katanya, Sabtu (13/2/2016).

Gus Syafiq, panggilan akrabnya menjelaskan hari Valentine pada perkembangannya lebih mengikis budaya lokal dan ketimuran. “Valentine didalamnya ada proses transfer budaya kebaratan yang sebagian besar bertentangan dengan tradisi lokal yang baik, dan secara perlahan mengikis budaya ketimuran,” jelasnya.

Dia berharap, masyarakat Tuban khususnya, bisa menguatkan budaya dan karakter lokal yang nantinya sanggup membentengi diri dari kebudayaan luar yang kurang baik. “Kita kembangkan dan bangun budaya atau karakter lokal kita melalui pendidikan dan kita wariskan ke generasi penerus. Sehingga menjadi benteng pertahanan dari penjajahan budaya asing,” lanjutnya.

GP Ansor Tuban tidak menolak dengan perayaan Valentine’s day, hanya saja menghimbau kepada generasi muda Kabupaten Tuban agar lebih bijak, agar tidak terjerumus dari hal hal yang merugikan. “Kita tidak menolak, hanya saja bagaimana agar anak-anak muda bisa melakukan sesuatu yang positif dan bermaslahat,” tegasnya.

Dia juga menghimbau kepada orang tua, lingkungan pendidikan dan lingkungan terdekat agar bisa mendampingi dan mengawasi anak-anak atau remaja dari pengaruh budaya dan tradisi negatif yang berhubungan dengan valentine’s day. “Pendampingan dan pengawasan dari orangtua, lingkungan pendidikan dan lingkungan terdekat itu yang penting,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author