Published On: Sen, Apr 1st, 2019

Ketua DPRD Tuban, OTT Pukesmas Widang Sangat Memalukan

seputartuban.com,TUBAN – Ketua DPRD Tuban, H. M. Miyadi angkat bicara soal operasi tangkap tangan (OTT) Polda Jatim atas kasus dugaan pemotongan Jasa Pelayanan (Jaspel) di Puskesmas Widang, Senin (25/03/2019) lalu. Menurutnya kejadian itu sangat memalukan dan mencoreng nama baik Tuban.


Ketua DPRD Tuban, H. M. Miyadi

Hal itu disampaikannya kepada sejumlah wartawan, usai launching maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI tahun 2019, Jumat (29/03/2019).

“Sudah barang tentu ketika ada OTT semacam ini ,akan memalukan Tuban. Karena Tuban sudah bersepakat  bebas korupsi,” ungkapnya.

Selain itu, politisi PKB itu menambahkan, OTT  terjadi karena kemungkinan ada yang menyampaikan laporan kepada pihak yang berwenang.

“Untuk itu saya berharap kepada kepala dinas dan sekda untuk bertindak tegas dalam rangka membersihkan aparat yang melakukan korupsi,” harapnya.

Lebih lanjut, menyikapi  persoalan ASN yang terkena OTT ini, dia menyerahkan pada Bupati dan Sekda. Karena perkara ini masuk dalam lingkup pemkab Tuban. “Saya sebagai pengawas jika nanti dilakukan tindakan, akan kita dorong untuk segera di lakukan protek. supaya ini tidak terjadi lagi. Saya harap bapak Bupati menindak tegas pelaku pelanggaran sesuai dengan prosedur yang ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, menanggapi pernyataan Ketua DPRD Tuban, Sekda Tuban, Budi Wiyana menilai pemotongan honor Japel bukan merugikan negara. Honor sudah ditransfer, otomatis sudah menjadi hak pribadi penerima.

“Pemotongan itu juga atas kesepakatan bersama. Kami juga belum tahu formalnya OTT yang menyeret Kepala Puskesmas Widang kemarin,” pungkasnya. Diketahui, kasus OTT direlease Polda Jatim, Kamis (28/03/2019), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan kepada wartawan mengatakan diduga ada pemotongan dana Rp. 171 juta. Jumlah itu hasil pemotongan 30 staf dan karyawan Puskesmas selama 4 bulan.

Dengan jumlah bervariasi antara Rp. 100 ribu sampai Rp. 1 juta. Kemudian hasilnya dikumpulkan Bendahara Puskesmas kemudian disetorkan ke rekening tertentu. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author



Berita Terkini

Videos