Published On: Sel, Sep 6th, 2016

Ketika Mahasiswa STITMA Bergolak Persoalkan Dana KKN

TUBAN

seputartuban.com – Sejumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Trabiyah Makdum Ibrahim (STITMA) Tuban, Senin (5/9/2016) menggelar unjuk rasa di kampus mereka. Mahasiswa semester 7 itu mempersoalkan dana Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang belum lama selesai dilakukan di sejumlah kecamatan di Tuban.

TUNTUT TRANSPARANSI : Aksi Mahasiswa STITMA Tuban dengan teaterikal

TUNTUT TRANSPARANSI : Aksi Mahasiswa STITMA Tuban dengan teaterikal

Mereka menuntut agar Ketua III Bidang Kemahasiswaan diturunkan dari jabatannya. Karena pihak lembaga tidak kunjung memberikan penjelasan penggunaan dana KKN. Baik melalui papan penguman maupun surat edaran secara langsung, meski mahasiswa sudah sering mempertanyakanya.

Kordinator aksi, Habib Mustofa menyebutkan bahwa pihak lembaga dirasa tidak melaksanakan sebagaimana aturan yang sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Tidak adanya transparansi ini menunjukkan sistim birokrasi kampus sangat amburadul. Bagaimana tidak, kami selalu dituntut untuk membayar tepat waktu namun pihak lembaga acuh ketika kami tanyai transparansi anggaran,” terangnya usai menyampaikan orasi.

Dari catatan mahasiswa peserta KKN diminta membayar sebesar Rp 550.000. Jika jumlah tersebut dikalikan 199 Mahasiswa maka hasilnya sebesar Rp 109.450.000. Sedangkan pengeluaran yang dilakukan saat KKN berlangsung untuk biaya pengerjaan tugas oleh 13 kelompok sebesar Rp 6.500.000, cetak banner untuk 13 kelompok sebesar Rp 390.000, pembelian kertas ukuran A4 untuk 13 kelompok sebesar Rp 390.000.

Sedangkan untuk pembelian stempel bagi 13 kelompok sebesar Rp 455.000. Pembelian tinta sebesar Rp 195.000, biaya penunjang kegiatan di 13 Desa sebesar Rp 6.500.000, penunjang kegiatan kordinator kecamatan sebesar Rp 700.000. Serta pembelian banner pembukaan dan penutupan sebesar Rp 100.000. Jika dikalkulasikan, seluruh penggunaan biaya itu menghabiskan dana sebesar Rp 15.230.000. Sedangkan sisa penggunaan uang sebesar Rp 94.220.000, mahasiswa belum mengetahui peruntukanya. Karena pihak lembaga sama sekali belum memberikan transparansi penggunaan anggaran.

“Kami hawatir, jika ini tidak dipertegas maka tidak akan pernah ada kejelasan tentang transparansi anggaran. Oleh karena itu kami selaku mahasiswa STITMA menuntut perjelas transparansi anggaran,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, dihadapan masa aksi, Ketua III Bagian Kemahasiswaan Sofiana Yunus menyampaikan bahwa ia masih sibuk menyiapkan pengajuan beasiswa bidik misi kewilayah Kopertais. “Kami punya peraturan. Ketua tiga tidak berani mengambil kebijakan karena Bapak Ketua sedang berada diluar kota. Hari ini pak ketua 1 ada undangan ke Kopertais, kampus kita sedang diajukan untuk menerima beasiswa bidik misi,” imbuhnya.

Ia menyebutkan bahwa mengenai permasalahan tersebut untuk sementara akan diterimanya dan segera akan disampaikan kepada pihak lembaga setibanya kembali. Karena ia mengaku tidak memiliki wewenang untuk memberikan jawaban.

Sedangkan proses mediasi menuntut keterbukaan transparansi anggaran tersebut akan dilanjutkan pembahasanya antara pihak perwakilan mahasiswa dengan pihak lembaga. Serta melibatkan pihak yayasan pada Kamis (8/9/2016). ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author