Published On: Rab, Mei 21st, 2014

Kesandung Korupsi, Pejabat Disdikpora Diskors

TUBAN

 

SW, pejabat Disdikpora Tuban yang terjerat kasus dugaan gratifikasi seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur honorer kategori dua (K2) akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya.

SW, pejabat Disdikpora Tuban yang terjerat kasus dugaan gratifikasi seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur honorer kategori dua (K2) akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya.

seputartuban.com-SW, pejabat Disdikpora Tuban yang terjerat kasus dugaan gratifikasi seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur honorer kategori dua (K2) akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Inspektorat Pemkab Tuban, Agus Priyono Hadi, Rabu (21/o5/2014). Pemberhentian tersebut dilakukan karena status SW sudah resmi sebagai tersangka. Keputusan non aktif terhadap SW dilakukan agar tugas dan fungsinya sebagai Kabid Ketenagakerjaan di Disdikpora tidak mengalami kendala. Sampai saat ini kasus ini masih terus didalami polisi.

Menurut Agus, surat non aktif dan berkas kepegawaian sudah diajukan kepada Bupati Tuban, Fathul Huda. Hasilnya, sejak sekitar tujuh hari lalu, SW menjadi non aktif dari jabatannya. Terkait pemberhentiannya masih belum ada putusan.

Alasannya, kata Agus, masih akan dilakukan kajian lebih dalam. Selain itu, kasus suap sebesar Rp 807 itu belum inkrah. ” Sudah dinon aktifkan. Berkasnya sekitar 7 hari yang lalu. Kita juga akan terus melakukan kajian, belum bisa diberhentikan, karena proses hukum masih berlanjut, ” katanya.

Disoal pengganti jabatan di struktural Disdikpora, pihaknya belum menjelaskan secara pasti. Alasannya, pembagian jabatan struktural bukan menjadi kewenangannya. “Itu ada tugas kewenangan dinas lain, bukan saya, ” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, tersangka kasus dugaan gratifikasi seleksi penerimaan CPNS dari jalur honorer K2 Pemkab Tuban 2014, SW mengajukan penangguhan tahanan melalui kuasa hukumnya.

Setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi sebesar Rp 807 juta ini SW mendekam di tahanan Mapolres Tuban. Melalui penasehat hukumnya, Nizar Fikri, pejabat Disdikpora Pemkab Tuban ini kemudian mengajukan penangguhan penahanan. HANAFI

Facebook Comments

About the Author