Published On: Sab, Des 24th, 2016

Kesadaran Berwisata Edukasi Museum Perlu Ditingkatkan

seputartuban.com, TUBAN – Minat masyarakat Kabupaten Tuban untuk wisata pendidikan nampaknya masih perlu ditingkatkan. Keberadaan Museum Kambang Putih di Jalan RA Kartini nomor 3 itu masih kurang diminati masyarakat.  Padahal lokasinya sangat strategis, yakni berdampingan dengan alun-alun Tuban dan makam Sunan Bonang serta wisata Pantai Boom.

Museum Kambang Putih

Kepala UPTD Museum Kambang Putih Disdikpora Tuban, Santi Puji Rahayu, menyampaikan meskipun tahun 2016 ini jumlah pengunjung tergolong meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun jumlah tersebut bisa terbilang masih rendah. Jika dibandingkan dengan pengunjung di obyek wisata lain yang ada di Kabupaten Tuban.

“Bulan ini memang musim liburan jadi cukup banyak pengunjungnya, rata-rata 100 pengunjung per-harinya saat ramai. Ada peningkatan jumlah pengunjung untuk tahun 2016 ini dibanding dengan tahun sebelumnya,” katanya Rabu (21/12/2016).

Dia berharap masyarakat Tuban untuk lebih peduli dan cinta terhadap sejarah, aset situs leluhur dan budaya Kabupaten Tuban. Saat ini masih kurang diminati, hal itu terlihat dari sedikitnya jumlah pengunjung yang datang ke museum.

Santi melanjutkan rata rata pengunjung dari kalangan pendidikan. Mulai dari anak-anak tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), pelajar sekolah dasar hingga SMA, para guru atau pendidik. Kalangan mahasiswa yang memang berkunjung untuk melakukan studi. Itupun masih banyak yang dari luar Kabupaten Tuban. Sedangkan dari kalangan umum sangat sedikit yang berkunjung.

Diketahui, saat ini Museum Kambang Putih memiliki koleksi 5774 benda bersejarah dan prasejarah. Yang masuk koleksi unggulan diantaranya Kalpataru yang terbuat dari kayu jati. Dulunya berfungsi sebagai tiang penyangga pada pendopo rante yang berada dalam kompleks makam Sunan Bonang.

Selain itu ada Arca Mahakala, terbuat dari batu andesit pada abad ke 13. Lalu Nekara yang terbuat dari bahan perunggu setinggi 17,5 cm. Ada pula patung keramik setinggi 9,5 cm dengan berat 80 gram dari abad ke 14 berasal dari Jingdezhen Propinsi Jiangxi China yang dulunya dari dalam laut utara Tuban.

Masih banyak yang lainnya seperti Tobak adipati kusumo broto, jangkar zaman kerajaan Singasari hingga kain tenun batik gedog motif “Lok Can”.

“Dengan banyaknya benda-benda bersejarah dan prasejarah yang ada di Museum ini diharapkan masyarakat lebih banyak yang berkunjung kesini. Dengan tujuan untuk membangun masyarakat kabupaten Tuban yang berwawasan sejarah tinggi dan cinta dengan budaya dan sejarah tuban yang kaya,” pungkas Santi. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author