Published On: Kam, Agu 27th, 2015

Kerusakan Lingkungan Sumbang Pemicu Kekeringan

TUBAN

joko ludiono______comentseputartuban.com– Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menyatakan kekeringan yang selalu terjadi pada hampir sepertiga Bumi Wali tak cuma karena faktor musim.

Kerusakan lingkungan akibat dampak eksploitasi pertambangan juga punya andil besar.  Mengingat Kabupaten Tuban adalah daerah yang berada di pegunungan kapur utara sehingga sangat sulit untuk menyerap air.

Untuk bisa menyerap air harus melalui pohon. Dengan begitu perlu dilakukan pelestarian pepohonan, terutama didaerah sekitar sumber air yang ada.

“Kekeringan yang terjadi tidak hanya karena faktor iklim, tetapi juga disebabkan karena kerusakan lingkungan,” tegas Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, Kamis (27/8/2015) siang.

Menurut dia, kekeringan di wilayah Tuban secara iklim disebabkan elnino. Elnino menyebabkan kemarau menjadi panjang dan memperlambat datangnya musim penghujan.

Selain itu, saat ini juga banyak pohon-pohon yang berfungsi menjadi penyerap air rusak dan tidak dilakukan reboisasi. Gundulnya hutan juga menjadi penyebab berkurangnya sumber air pada saat musim kemarau.

“Perlu adanya pelestarian lingkungan dengan tetap memelihara pohon-pohon yang menjadi fungsi penyerapan air,” ujar Joko sembari menjelaskan perlu adanya peran serta dari berbagai pihak. Diperkirakan musim hujan akan terjadi hingga akhir November nanti.

Saat ini ada sebanyak 49 desa pada sembilan Kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Sebelumnya ada 46 desa. BPBD Tuban mengklaim sudah menghabiskan anggaran Rp 75 juta yang bersumber dari APBD 2015 untuk melakukan droping air. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author