Published On: Sab, Des 28th, 2013

Kerugian Petani Akibat Banjir Capai Rp. 13 Milyar

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Banjir bandang dan luapan sungai bengawan solo yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu mengakibatkan petani meradang. Karena tanaman jagung dan padi mengalami gagal panen (puso) hingga menderita kerugian total Rp. 13.786.000.000.

Banjir bengawan solo widang

PETANI MERADANG : Lahan sawah yang sudah ditanami padi menjadi hamparan air luapan sungai bengawan solo

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Suparno saat dikonfirmasi, Kamis (26/12/2013) mengatakan, kerugian ini terdiri dari sejumla kecamatan di bantaran sungai bengawan solo dan kecamatan lainya. Dengan kerugian paling banyak diwilayah Kecamatan Rengel.

“Dari kerusakan tanaman padi dan jagung petani mengalami keruguan sebesar Rp.13.786.000.000. Karena kondisi tanaman yang sudah tidak bisa dipanen lagi,” ungkapnya.

Jumlah kerugian itu terdiri dari tanaman padi dan jagung dengan luas total 3.672 hektar mengalami puso. Dengan rincian di Kecamatan Rengel seluas 2.135 hektar, Kecamatan Widang seluas 102 hektar. Kecamatan Plumpang seluas 541 hektar. Kecamatan Soko seluas 828 hektar, Tuban seluas 2 hektar. Sedangkan untuk tanaman Jagung di Kecamatan Widang seluas 15 hektar dan Kecamatan Kerek seluas 49 hektar.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiono mengatakan pihaknya belum dapat menafsir jumlah kerugian akibat banjir.  “Kita masih belum menghitung kerugiannya. Selain lahan pertanian juga banyak infrastruktur yang rusak. Seperti Masjid, Balai Desa, Sekolahan, dan jalan akses masuk ke desa,” jelasnya. (lis)

Facebook Comments

About the Author